Ilustrasi merasa rendah diri (Sumber : Freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu dapat perlakuan tidak mengenakan, seperti tidak dihargai boleh atasan? Teman yang terus menelepon tengah malam hanya untuk curhat dan tidak membiarkanmu istirahat? atau suami yang tidak pernah menghargai apapun yang kamu lakukan?
Situasi seperti ini berbeda-beda, namun punya satu benang merah, yaitu orang lain tidak menghargai kamu. Apakah seluruhnya salah orang lain? Menurut psikolog Olga Romaniv, tidak juga. Banyak perilaku datang justru dari diri kita sendiri dan sering kali tidak kita sadari.
Sejak kecil banyak orang diajarkan bahwa menolak itu kasar atau tidak sopan. Akibatnya, ketika harus mengatakan “tidak”, mereka diserang rasa bersalah. Padahal, kamu tidak wajib membantu rekan yang menyodorkan tugas tambahan “cuma sebentar kok”, atau mendengarkan keluhan orang di waktu yang tidak tepat.
Cara memperbaiki:
Biasakan berkata “tidak” ketika kamu memang tidak sanggup atau tidak mau.
Contoh:
Tetapkan batasan. Kamu bukan tempat sampah emosional dan bukan tenaga kerja gratis.
Baca juga: Perhatian! Berikut 7 Kesalahan Umum Pemula di Gym yang Sering Hambat Progress
Masa sekolah sudah lewat, namun banyak orang tetap takut mendapat “nilai jelek” dari orang lain. Ucapan atau komentar sering diterima mentah-mentah meski tidak masuk akal. Sikap seperti ini membuat kamu rentan dimanipulasi dan diremehkan.
Cara memperbaiki:
Berhenti menganggap diri “selalu salah”.
Jika tidak setuju, katakan:
Komentar merusak tidak perlu ditelan bulat-bulat.
Beberapa orang terbiasa meminta maaf dan membuat janji kosong:
Tapi alasan dan janji tidak membuat orang menghargai kamu.
Cara memperbaiki:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aif.by