Ilustrasi Demam. (Photo/Ilustrasi.Freepik)
INDOZONE.ID - Demam tinggi bukan hanya gejala umum yang bisa hilang dengan sendirinya. Kondisi tersebut sering kali merupakan alarm tubuh saat melawan infeksi atau masalah kesehatan serius lainnya.
Berikut beberapa penyebab demam tinggi yang harus diwaspadai.
Ilustrasi Demam. (Photo/Ilustrasi/Freepik)
Pneumonia, meningitis, atau infeksi darah (sepsis) merupakan contoh penyebab demam tinggi mendadak yang berbahaya. Suhu tubuh bisa naik drastis hingga di atas 40°C dan perlu penanganan medis segera.
COVID-19, flu parah, hingga demam berdarah dapat memicu peradangan hebat sehingga menyebabkan demam tinggi tiba-tiba. Jika tidak dipantau, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih parah.
Baca juga: Sering Pusing dan Berasa Demam Setelah Pulang Kerja? Ternyata Ini Penyebabnya!
Ditularkan melalui gigitan nyamuk, menyebabkan demam sangat tinggi, menggigil, dan keringat berlebih. Pola demam biasanya muncul berkala setiap 2-3 hari.
Infeksi bakteri dari makanan atau minuman yang tercemar ini menyebabkan demam yang naik bertahap dari hari ke hari, disertai nyeri perut dan tubuh sangat lemas.
Adanya nanah pada organ seperti paru-paru atau hati membuat tubuh terus bereaksi dengan demam persisten yang sulit turun.
Baca juga: 7 Buah Pereda Demam Versi Anak Muda yang Alami dan Gampang Dicari
Gejala bisa berupa nyeri pinggang dan demam tinggi. Pada lansia, keluhan sering tidak jelas sehingga berpotensi terlambat ditangani.
Lupus atau rematik dapat memicu demam tinggi yang harus diwaspadai karena imun keliru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Beberapa antibiotik atau transfusi tidak cocok dapat menimbulkan demam mendadak, ruam, dan gejala alergi lainnya.
Penyakit seperti leukemia dan limfoma sering menyebabkan demam yang muncul terutama pada malam hari, disertai keringat dingin dan berat badan turun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Skinhealthinfo.org.uk