Ilustrasi menyendiri. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu melihat seseorang yang sering menyendiri atau mengurung di dalam kamar?
Bisa jadi orang tersebut sedang melakukan hikikomori. Pada dasarnya, hikikomori merupakan perilaku seseorang yang menarik diri dari kegiatan sosial.
Hal ini bukan berarti mereka tidak melakukan apapun. Mereka tetap melakukan aktivitas tapi hanya di dalam ruangan atau kamar, tanpa keluar sama sekali.
Baca juga: Ahli Sebut Kebanyakan Tidur dan Menyendiri Jadi Tanda Seseorang Mendekati Ajal
Mereka juga cenderung melakukan aktivitasnya tanpa bantuan orang lain.
Nah, untuk lebih jelas mengenai hikikomir ini, berikut penjelasan lengkapnya.
Hikikomori merupakan fenomena budaya di Jepang yang membuat orang-orang tetap terisolasi dan menarik diri dari individu lainnya.
Fenomena ini dimulai dari didefinisikan di Jepang pada tahun 1990-an dalam sebuah buku yang ditulis oleh Saito Tamaki.
Tren ini semakin populer, hingga tahun 2010 di Jepang menemukan bahwa 1,2 persen dari populasi Jepang (antara usia 20 dan 49 tahun) melaporkan pernah mengalami hikikomori.
Sampai saat ini, tren hikikomori masih menjadi populer untuk dilakukan, bahkan menyebar ke beberapa negara, salah satunya Indonesia.
Tekanan dari lingkungan dan karakteristik pribadi remaja dapat menjadi pemicu depresi. (pexels.com)
Penyebab seseorang memutuskan untuk hikikomori adalah adanya berbagai tekanan, termasuk stres akademis, ekspektasi orang tua, rasa takut gagal, atau tuntunan sosial lainnya.
Kondisi keluarga yang buruk juga dapat menjadi penyebabnya, misalnya trauma di masa kecil, perlakuan buruk dari orang tua, dan mengalami pelecehan.
Hikikomori umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang secara bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychology Today, Britannica