Ilustrasi musik Indonesia timur dari sisi budaya (Genimi AI)
INDOZONE.ID - Beberapa pengamat musik Indoneisa menyebutkan kepopuleran musik timur atau pop timur masih akan menjadi tren di 2026 mendatang. Bukan sekedar tentang lagu, tapi juga tentang representasi budaya masyarakat Indonesia Timur dan bagaimana mereka mengungkapkan perasaan.
Ini bukan soal ritme atau hook-nya yang mudah diingat, tetapi karena bagaimana karya-karya itu merepresentasikan budaya Timur secara langsung ke ruang sosial nasional dan digital. Dengan bantuan media sosial sebagai platform, tradisi tersebut terpancar dan memberikan hasil yang positif.
Pengamat budaya dan seni, Ryan Kampua menyebut musik tradisi yang memiliki hook yang tepat mendapat tempat di masyarakat berkat wadah yang tepat.
"Musik tradisi sejujurnya selalu konsisten di skena musik Indonesia. Mau timur, Tengah atau barat, sekat perbedaan itu sudah tidak berfungsi sejak social media tumbuh pesat. Adanya relatable lirik dan aransemen dengan emosi setiap penikmat musik," ujar Ryan Kampua saat dihubungi Indozone.
Salah satu contoh paling jelas adalah fenomena Tabola Bale. Dari judulnya saja, “tabola bale” merupakan ungkapan khas yang berasal dari Nusa Tenggara Timur yang menggambarkan perasaan hati yang gelisah, tak menentu, dan mondar-mandir akibat cinta atau perasaan kuat lain—istilah yang sangat kuat melekat dengan pengalaman emosional masyarakat lokal di Timur.
Para musisi Indonesia Timur (Gemini AI)
Kata ini sendiri berasal dari dialek lokal yang mewakili cara orang Timur mengekspresikan emosi secara lugas dan jujur, tanpa banyak metafora rumit.
"Konsep semacam ini tidak banyak ditemukan dalam kosakata bahasa Indonesia standar, dan justru menunjukkan bagaimana budaya Timur punya cara ekspresi yang unik dalam memahami perasaan manusia," kata Ryan.
Unsur budaya lain yang sangat kentara adalah penggunaan bahasa lokal dan dialek sebagai identitas kultural.
Lagu ini tidak hanya memakai logat khas Indonesia Timur, tetapi juga memasukkan potongan bahasa Minang, sehingga menciptakan aksen bahasa ganda yang unik dan menunjukkan keterbukaan budaya lokal terhadap keragaman linguistik Nusantara.
Baca juga: Kostum Panggung Jennie BLACKPINK di MMA 2025 Tuai Pujian, Penuh Budaya Korea Selatan
Keputusan mempertahankan unsur bahasa daerah ini justru menjadi daya tarik utama lagu ini dan menunjukkan bahwa bahasa lokal tetap relevan dalam karya populer, bukan sekadar ekspresi etnis semata.
Bila kita perhatikan, ada satu karateristik Indonesia Timur yang sifatnya lugas dan tegas. Sehingga sering menjadi stigma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Analisis Redaksi, Wawancara