Suasana tradisi megengan di Bojonegoro (Lizza Arnofia Choirunisa).
INDOZONE.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terasa berbeda.
Warga mulai membersihkan lingkungan, memperbanyak ibadah, hingga menyiapkan tradisi khas yang sudah turun-temurun dijalankan, yakni megengan.
Bagi masyarakat Bojonegoro, megengan identik dengan selamatan atau bancakan. Biasanya warga mengundang tetangga untuk berdoa bersama dan berbagi makanan dalam bentuk berkat.
Tradisi megengan menjadi simbol awal bagi masyarakat untuk menata niat dan memperkuat tekad sebelum menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Baca juga: Kumpulan Peribahasa Jawa Populer dan Maknanya dalam Kehidupan Sehari-hari
Tradisi ini juga menjadi penanda spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat dalam menyambut bulan puasa dengan penuh suka cita.
Budayawan asal Bojonegoro, Suyanto yang akrab disapa Yanto Munyuk, menjelaskan bahwa secara etimologis megengan berasal dari kata dasar “megeng” yang dalam bahasa Jawa berarti menahan, mengerem, atau mengendalikan diri.
Kata tersebut kemudian mendapat akhiran “-an” sehingga menjadi megengan.
“Megeng itu artinya ngempet atau menahan diri. Jadi megengan dimaknai sebagai momen mulai berkonsentrasi dan mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Ramadan,” ujar pria yang akrab disapa Pakde Yanto itu.
Menurutnya, makna menahan diri tersebut sangat relevan dengan esensi puasa, yakni mengendalikan hawa nafsu dan memperbanyak amalan.
Baca juga: 4 Permainan Tradisional Indonesia yang Mulai Jarang Dimainkan, Padahal Seru Banget!
Namun, pelaksanaannya kini mengalami sejumlah pergeseran.
“Dulu megengan dilakukan satu hari sebelum puasa, dari rumah ke rumah. Tapi karena jumlah rumah banyak, makanan berkat sering kali tidak termakan karena terlalu banyak. Akhirnya, bentuk pelaksanaannya berubah,” jelasnya.
Kini, tradisi selamatan tidak lagi harus dilakukan serentak sehari sebelum Ramadan. Warga lebih fleksibel menentukan waktu, asalkan nilai sedekah dan kebersamaan tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan