INDOZONE.ID - Perayaan Imlek tidak hanya identik dengan warna merah dan angpao. Bagi banyak keluarga Tionghoa, momen ini menjadi waktu untuk berkumpul, mempererat hubungan, sekaligus memulai tahun baru dengan harapan yang lebih baik.
Sejumlah narasumber membagikan pandangan mereka kepada Indozone terkait persiapan dan makna Imlek dalam kehidupan keluarga.
Persiapan Menyambut Imlek
Yoseph Setiawan, pengajar dan penulis, menjelaskan tradisi yang biasa ia lakukan bersama keluarga dalam menyambut Imlek.
Baca juga: Rayakan Imlek 2026 dengan Gaya Berani: Dari Busana Tradisional hingga Tas Berkarakter
“Biasanya untuk menyambut imlek itu kita mulai dengan membersihkan rumah serta mempersiapkan ornamen-ornamen imlek untuk dipasang di rumah. Karena nantinya akan banyak saudara datang berkunjung ke rumah," ujar Yoseph.
Tidak hanya membersihkan dan mempersiapkan rumah, untuk menyambut kedatangan tamu, ia menyebuat biasanya bisa memesan berbagai macam kue kering dan kue basah serta makanan Imlek lainnya seperti kue keranjang. Tidak lupa juga, ia mempersiapkan buah-buah segar seperti jeruk dan lengkeng.
Sama seperti perayaan lainnya, mereka juga terbiasa membeli baju baru untuk dipakai saat berkunjung ke rumah orang yang lebih tua atau menerima kunjungan dari sanak saudara yang lebih muda.
Baca juga: Sambut Imlek 2026, Kelenteng Boen Tek Bio Banyumas Gelar Tradisi Bersih Rupang
Sementara itu, Jubun, detektif dan Founder Aman Sentosa Investogation Agency, memaknai persiapan Imlek tidak hanya dari sisi fisik.
“Dalam keluarga kami, Imlek kami maknai sebagai momentum pembaruan. Jadi yang pertama kami siapkan bukan hanya hal-hal fisik, tetapi hati dan relasi,” ujar Jubun
Ia juga menambahkan, praktisnya tentu akan membersihkan rumah sebagai simbol membuang hal-hal lama yang kurang baik.
Sama seperti Yoseph, Jubun juga menyiapkan hidangan khas Imlek dan berkumpul bersama keluarga besar. Selain itu, ia juga mempersiapkan waktu khusus untuk doa dan refleksi sebagai keluarga.
Makna Imlek bagi Keluarga
Tidak hanya persiapan fisik dan perayaan, Jubun juga memaknai Imlek sebagai momen untuk evaluasi diri dan menata kembali prioritas hidupnya.
“Bagi saya pribadi, setiap pergantian tahun—termasuk Imlek—adalah kesempatan untuk evaluasi diri. Sebagai seorang kepala keluarga, saya melihat ini sebagai waktu untuk menata kembali prioritas hidup: iman, keluarga, dan integritas,” ungkapnya.
Menurut Jubun, esensi dari perayaan Imlek adalah tentang keluarga, harapan baru, kerja keras, dan rasa syukur.
“Kalau boleh saya tambahkan, Imlek mengajarkan bahwa setiap tahun adalah kesempatan baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Itu pesan universal yang relevan bagi siapa pun,” tegasnya.
Sementara itu, Yoseph memaknai Imlek sebagai momen kembali pada akar dan keluarga.
Baca juga: 6 Dres Cheongsam Elegan untuk Merayakan Imlek, Look-mu Auto Jadi Sorotan!
“Makna imlek bagi saya adalah perjalanan pulang kembali ke titik awal, kembali ke pelukan keluarga atau orang-orang terdekat. Merekatkan kembali hubungan setelah setahun berlalu,” ungkap Yoseph.
Dari berbagai pandangan tersebut, terlihat bahwa Imlek bukan sekadar pergantian tahun, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan, merefleksikan perjalanan hidup, dan menyambut tahun baru dengan semangat yang lebih segar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung