Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 15:20 WIB

Ramadhan Waktu Mustajab, Masyarakat Dianjurkan Perbanyak Doakan Indonesia Lebih Baik

Author

Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) menggelar khatam Al-Qur’an dan doa bersama. (Ist)

INDOZONE.ID - Menjelang bulan suci Ramadhan, Forum Komunitas Ustazah Sejabodetabek (FOKUS) menggelar khatam Al-Qur’an dan doa bersama di Alhamd Carpet, Radio Dalam, Jakarta, yang merupakan kediaman H. Malik Mahboob Ahmad.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi menyambut Ramadhan, tetapi juga momentum memperbanyak doa untuk bangsa dan negara. 

Ketua Umum FOKUS, Ustazah Bahijah Hamid, yang juga memimpin Majelis Ta'lim Daruttaqwa, menganjurkan memperbanyak doa agar Indonesia menuju kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan penuh keberkahan. Apalagi, kata dia, Ramadhan merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

Dalam rangkaian doa, FOKUS secara khusus memanjatkan doa untuk Presiden RI Prabowo Subianto, rakyat Indonesia, serta perdamaian dunia.

“Sebagai warga negara, kita memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk mendoakan pemerintah, Bapak Presiden, bangsa, dan negara,” ujar Ustazah Bahijah Hamid.

Baca juga: Doa Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an: Bacaan, Arti, dan Makna Spiritualnya

Doa juga ditujukan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah, antara lain Aceh, Sumatera Utara (Medan), Sumatera Barat (Padang), Jawa Barat, serta kota-kota lainnya.

“Mudah-mudahan keluarga kita, saudara kita yang terkena musibah akan diberikan pertolongan oleh Allah SWT,” demikian disampaikan dalam doa bersama tersebut.

Ramadhan Jadi Momentum Doakan Pemimpin dan Negara

Dalam kesempatan yang sama, H. Malik Mahboob Ahmad mengajak para ulama, tokoh agama, pimpinan masjid, serta majelis taklim untuk terus mendoakan Presiden dan para pemimpin bangsa.

“Mengimbau kepada seluruh tokoh pemuka-pemuka agama, pimpinan-pimpinan majlis taklim untuk selalu mendoakan Bapak Presiden kita,” ujarnya.

Baca juga: Hubungan Allahumma Barik dengan Doa Menyambut Bulan Ramadhan

Ia menegaskan bahwa mendoakan pemimpin dinilai sebagai bagian dari kewajiban rakyat kepada pemimpinnya.

Dalam acara tersebut, terdapat empat poin utama yang disoroti. Pertama, khatmul Qur’an dijadikan sebagai doa untuk Presiden Prabowo Subianto, bangsa Indonesia, serta perdamaian dunia. Kedua, ajakan kepada seluruh rakyat Indonesia lintas daerah, suku, dan agama untuk turut mendoakan pemimpin dan negara sesuai keyakinan masing-masing.

Ketiga, doa dipandang sebagai kewajiban moral dan spiritual yang diyakini berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat, muncul seruan agar doa bersama, munajat, istighotsah, dzikir, dan istighfar dilaksanakan secara nasional di berbagai tempat, termasuk rumah ibadah, lembaga pendidikan, hingga kantor pemerintahan dan swasta.

Selain itu, Malik juga mengusulkan gagasan perjalanan spiritual kenegaraan ke Tanah Suci yang melibatkan Presiden, jajaran pemerintah, ulama, akademisi, serta keluarga mantan Presiden dan Wakil Presiden untuk memanjatkan doa bagi Indonesia dan perdamaian dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU