INDOZONE.ID - Hari Raya Pagerwesi merupakan salah satu dari hari suci penting bagi umat Hindu, khususnya di Bali.
Perayaan ini punya makna mendalam sebagai momen untuk memperkuat "pager" atau benteng diri, baik secara lahir maupun batin, dari hal-hal negatif.
Baca juga: Makna Hari Raya Galungan Bali 2025: Filosofi, Jadwal, dan Rangkaian Perayaannya
Jadwal Hari Raya Pagerwesi 2026
Berdasarkan perhitungan kalender Bali, Hari Raya Pagerwesi jatuh pada"
Hari/tanggal: Rabu, 27 Mei 2026
Wuku: Sinta
Sistem Penanggalan: Budha Kliwon Wuku Sinta
Pagerwesi dirayakan setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Rabu Kliwon di Wuku Sinta dalam siklus kalender Pawukon Bali. Karena itu, tanggalnya selalu berubah jika dilihat dari kalender Masehi.
Apa Itu Hari Raya Pagerwesi?
Secara makna, "Pagerwesi" berasal dari dua kata: pager yang berarti pagar atau pelindung, dan wesi yang berarti besi. Jadi, Pagerwesi bisa diartikan sebagai "pagar besi" yang melambangkan kekuatan perlindungan diri.
Pada hari ini, umat Hindu memuja Sang Hyang Pramesti Guru, yaitu manifestasi Tuhan sebagai guru agung yang menjadi sumber pengetahuan dan pelindung alam semesta.
Makna dan Esensi Perayaan
Hari Raya Pagerwesi bukan sekadar ritual, tapi juga pengingat untuk:
- Memperkuat iman dan spiritualitas
- Menjaga keseimbangan antara pikiran, ucapan, dan perbuatan
- Membentengi diri dari pengaruh buruk
Melalui pemujaan kepada Sang Hyang Pramesti Guru, umat Hindu memohon bimbingan agar selalu berada di jalan dharma (kebenaran) serta mendapatkan perlindungan dalam menjalani kehidupan.
Baca juga: Kalender Bali 2026 Lengkap: Jadwal Hari Raya Hindu, Cuti Bersama, dan Dewasa Ayu
Rangkaian Hari Pagerwesi
Perayaan Pagerwesi juga biasanya didahului oleh beberapa hari penting, seperti:
- Sugihan Jawa
- Sugihan Bali
- Hari Penyekeban
- Hari Penyajahan
- Penampahan Galungan
- Hari Raya Galungan
- Umanis Galungan
Rangkaian ini menjadi bagian dari siklus hari raya yang saling berkaitan dalam kalender Bali.
Dengan mengetahui jadwal dan maknanya, Hari Raya Pagerwesi bisa menjadi momen refleksi diri untuk memperkuat "benteng" spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pemkab Buleleng