Kesenian ebeg. (Ilustrasi copilot )
INDOZONE.ID - Kesenian tradisional di Pangandaran bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga cerminan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah ebeg, sebuah seni pertunjukan yang memadukan atraksi magis dengan sentuhan humor.
Ebeg dikenal sebagai bagian dari tradisi Jawa-Sunda yang berkembang di wilayah Pangandaran. Pertunjukan ini biasanya ditampilkan dalam acara khitanan, hajatan, atau perayaan desa.
Para pemain menggunakan kuda kepang dari anyaman bambu sebagai properti utama.
Baca juga: Lebaran Depok 2026 Angkat Tradisi Pasar Pengabisan, Ajak Generasi Muda Nostalgia
Dalam atraksinya, penari sering kali terlihat kesurupan, melakukan gerakan di luar kebiasaan manusia biasa, seperti memakan beling, berjalan di atas bara api, atau menunjukkan kekuatan fisik yang luar biasa.
Unsur magis inilah yang membuat ebeg begitu memikat penonton.
Namun, ebeg tidak hanya soal mistik. Di sela-sela atraksi, selalu ada tokoh jenaka yang bertugas menghibur penonton dengan tingkah lucu dan komentar spontan.
Kehadiran tokoh humor ini membuat suasana pertunjukan lebih cair, sehingga penonton tidak hanya tegang menyaksikan atraksi magis, tetapi juga terhibur oleh kelucuan yang disajikan.
Baca juga: Ronggeng Gunung Pangandaran, Warisan Budaya Penuh Sejarah dan Filosofi
Kombinasi antara mistik dan humor itulah yang menjadikan ebeg unik dibanding kesenian tradisional lainnya.
Musik pengiring ebeg biasanya menggunakan gamelan sederhana, kendang, dan gong.
Irama musik yang menghentak memberi energi pada penari, sekaligus memperkuat nuansa magis yang tercipta.
Kadang, suara sinden atau teriakan penonton menambah semarak suasana. Semua elemen ini berpadu, menciptakan pertunjukan terasa semakin hidup.
Baca juga: 10 Nama Tarian Daerah dan Asalnya, Kamu Wajib Tahu!
Bagi masyarakat Pangandaran, ebeg bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari identitas budaya. Pertunjukan ini mencerminkan keyakinan, kreativitas, dan kebersamaan warga.
Meski zaman terus berubah, ebeg tetap dipertahankan sebagai warisan leluhur yang layak dikenalkan kepada generasi muda.
Melihat ebeg berarti menyaksikan bagaimana tradisi mampu bertahan dengan cara yang menghibur sekaligus menegangkan.
Atraksi magis yang berpadu dengan humor menjadikan kesenian ini bukan hanya khas Pangandaran, tetapi juga bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mypangandaran.com