Brand lokal Letti di JMFW 2026" data-author="null" data-credit="null" data-source="null">Brand lokal Letti di JMFW 2026
INDOZONE.ID - Tren fashion modest wear lokal makin naik daun di 2026. Banyak brand lokal sekaligus desainer yang resmi membawa tren modest baru 2026 di panggung Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.
Salah satunya adalah LETTI yang membawa konsep "Serenity Field" yang langsung mencuri perhatian, karena mengusung vibe sustainable fashion yang makin digandrungi generasi muda. Ada beragam koleksi busana yang cantik dan menggabungkan kultur, alam, serta identitas lokal ditampilkan di runway.
Baca juga: 3 Tren Fashion Mendominasi JMFW 2026 dari Jenna & Kaia hingga Vanilla Hijab, Kamu Suka yang Mana?
LETTI memvisualisasikan cerita tentang sawah, yang jadi simbol ketenangan dan kemakmuran ke dalam delapan look ready-to-wear. Tidak ketinggalan, vibe pedesaan yang adem ditranslasi menjadi potongan modern yang gampang dipadu-padankan untuk daily outfit.
Filosofi sawah adalah cermin sabar, menunggu benih menjadi berkah jadi benang merah desain koleksinya. Dari bentuk siluet hingga teknik layering, semua nge-blend antara gaya sederhana tapi tetap elegan ala pekerja agraris yang kuat dan penuh ritme.
Tahun depan tren fashion yang digandrungi adalah menangkap arah tren yang fungsional, longgar, clean look, dan nyaman. Sebut saja konsep relaxed cuts, wrap details, layering inspiratif dan tekstur kain-kain natural.
Untuk warnanya sendiri masih kuat dengan palet earth tone olive, khaki, gold, navy, sampai blue grey. Warna-warna ini diprediksi tetap jadi kunci tren modest fashion 2026 karena versatile, calming, dan cocok untuk berbagai skin tone.
Baca juga: JMFW 2026 Cetak Transaksi Fantastis Rp321,8 Miliar, Tren Fashion Apa Sih yang Paling Menonjol?
Founder LETTI Beny Kurniawan mengaku bahwa JMFW adalah ruang eksperimen dan branding yang penting, khususnya setelah Indonesia menempati posisi pertama dalam sektor modest fashion versi Global Islamic Economy Report.
“Kami excited dengan JMFW 2026. Tema 'Essential Lab' pas banget untuk menguji DNA budaya lokal yang kami bawa ke pasar global,” ujar Beny dalam wawancaranya.
Menurutnya, JMFW bukan sekadar panggung runway, tapi juga gerbang menuju market global. Ia juga berharap konsep budaya-meet-fashion ini bisa membuka koneksi yang lebih luas dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat modest wear dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan