Minggu, 20 JULI 2025 • 15:37 WIB

JF3: Industri Fashion Indonesia Makin Bertumbuh tapi Butuh Regenerasi

Author

Media Preview JF3 di Mal Kelapa Gading Jakarta, Kamis 17 Juli 2025. (Indozone/Dewi)

INDOZONE.ID - Peluang industri fashion di Indonesia terus berkembang. Banyak brand lokal hingga desainer ternama yang sudah memamerkan karyanya ke dunia.

Chairman JF3 Soegianto Nagaria melihat, peluang industri fashion untuk tumbuh sangat besar di masala sekarang. Ia melihat dari berbagai kolaborasi yang dibangun sejak 21 tahun lalu. 

“Kunci sukses 21 tahun kelihatannya bahwa industri fashion ini kita sangat berharap besar dan melihat peluang bagus untuk diasah, peluang maju sangat besar, kalau dulu kita melangkah dan target Indonesia tercapai, ASEAN tercapai dan internasional tercapai. Jadi ada aja kesempatan baru yang mungkin dulu terlewat dan ini jadi semangat buat kita,” kata Soegi dalam acara Media Preview JF3 di Summarecon Mall Kelapa Gading, baru-baru ini. 

Baca juga: 7 Hal Menarik yang Bikin Kamu Pengin Nikmati JF3 2025

Regenerasi

Soegi percaya bahwa masa depan industri fashion Indonesia ada di tangan anak-anak muda yang berani bermimpi, bereksperimen, dan melampaui batas. Seperti halnya gelaran JF3 yang selalu mencari regenerasi di dunia fashion. 

Karena itu, JF3 hadir juga hadir untuk menyokong langkah para pelaku industri fashion, membukakan pintu, dan mendukung mereka menjadi bagian dari ekosistem industri global. 

“Generasi sekarang penting lihat contoh dan generasi dulu penting menjaga, apalagi untuk ranah yang baru melihat diri sendiri dan tematik, recrafting itu sudah ada sejak lama dan kita percaya bajwa generasi muda yang baru jadi contoh sebelumnya dan jadi peranan untuk bawa estafet ke ranah berikut, misal generasi awal itu ada advice, tapi yang jalanin ya generasi baru,” ungkap Soegi. 

Baca juga: JF3 2024 Hadirkan DRP Jakarta, Festival Streetwear Ternama dari Paris


Penasihat JF3 sekaligus pendiri LAKON Indonesia Thresia Mareta menyuarakan pesan penting bahwa fashion tidak hanya tentang pakaian. “Kami percaya bahwa fashion bukan sekadar benda. Fashion mengandung arti yang sangat luas, mencakup bahasa, warisan, seni, norma, etika, dan ilmu. 

“Esensinya terletak pada keterampilan tangan. Namun agar tradisi bisa terpelihara, ia harus terus berkembang,” ujar Thresia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU