INDOZONE.ID - Desainer Poppy Dharsono mengangkat potensi industri kulit Garut yang sangat terkenal. Bahkan menurut dia, kualitasnya suatu saat bisa sekelas dengan Gucci, luxury brand asal Italia.
Kata Poppy, Gucci lahir di tahun 1921 di Italia. Usianya sudah 100 tahun lebih dan piawai, bahkan sudah menjadi brand nomor 1 di dunia.
Poppy juga melihat bahwa perkembangan industri kulit di Italia sangat bagus dan terus dikawal dengan baik. Bahkan desainer Gucci dan Hermes selalu berkreasi setiap waktu.
“Garut umurnya sama Gucci tapi tidak dipelihara pemerintah dan banyak orang gak tahu dan itu tertinggal. Dengan networking saya di Italia dengan industri perkulitan di Italia itu Garut bisa jadi nomor 2 atau bahkan nomor 1,” kata Poppy yang juga Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia dalam sebuah press cnference di Jakarta.
Baca juga: 10 Desainer Muda Burgo Ubah Wastra Jadi Fashion Kelas Dunia
4 Desainer Muda Berangkat ke Italia
Poppy mendorong generasi muda untuk belajar ke Italia sejak sekarang. Ia pun memberangkatkan 4 desainer muda Indonesia ke Milan, Italia, untuk mengikuti program beasiswa di Arsutoria School, sekolah desain sepatu dan tas terkenal.
Mereka adalah Hadisti Mardhiya dari LaSalle College Jakarta, Fashion Design, Mujib Titian dari Prabu Shoes, Footwear Design. Lalu Mohammad Jordy Mozza Servia dari IFW & Piazza Firenze Garut, Graphic Designer. Serta Shafwa Kamilia Zahira Azzahra dari Piazza Firenze Garut, Fashion Designer.
Arsutoria School dikenal sebagai sekolah spesialis desain berbasis praktik langsung yang menghubungkan kriya tradisional dengan teknik produksi modern. Melalui beasiswa intensif tiga bulan di Milan, para peserta akan mendapat pembekalan dari sketsa, pola, pemilihan material, hingga pembuatan prototipe dengan standar profesional internasional.
“Alangkah beruntungnya Garut sudah dilihat oleh Italia dan teman-teman saya melihat Garut itu seperti anak balita yang dibimbing dan jadi remaja cantik dan butuh proses dadi waktu ke waktu,” beber Presiden IFW ini.
Kata Poppy, 4 desainer muda ini akan belajar di Milan selama 12 minggu. Kemudian saat kembali ke Garut, harapannya mereka bisa jadi desainer kulit yang profesional.
“Ini sesuatu yang membanggakan sekali buat saya bagi seorang desainer. Kulit itu belum banyak dijamah para desainer.”
“Kalau saya barangkali desainer pertama dan saya ingin betul-betul mengawal produksi kulit dari hulu ke hilir. Untuk itu industri Garut sudah lebih dari 100 tahun, oleh pemerintah Belanda kulit dulu dipakai militer mungkin sepatu, tempat pistol,” paparnya.
Baca juga: Poppy Dharsono Imbau Pejabat hingga Wartawan Pakai Produk Dalam Negeri: Bantu UKM Daerah
Poppy juga yakin jika anak muda Indonesia gak malas untuk belajar dan mengeksplorasi, potensi industri kulit di Indonesia, khususnya Garut bisa mendunia. Terutama dengan desain-desain yang eye catching dan punya nilai daya jual tinggi.
“Garut jadi pusat kulit dan belajar ke Italia 10-20 tahun dan kalau tenaga teknis sudah dilahirkan dari tangan-tangan di Italia, kenapa tidak ada anak muda yang mau kerja sama di Italia untuk buat produk kulit di Indonesia,” ujarnya.
Sharing Experience
Sementara itu, Duta Besar Italia untuk Indonesia, Roberto Colamine menambahkan, beasiswa ini dirancang bukan untuk mengganti inspirasi atau tradisi lokal. Tapi untuk memperkaya talenta muda Indonesia dengan metode dan pendekatan yang dapat mengubah ide kreatif menjadi produk industri.
“Tujuannya membantu desainer muda Indonesia mengembangkan bakat mereka dengan membawa inspirasi serta tradisi lokal ke Italia, lalu mengolahnya melalui pendekatan tertentu. Maksudnya adalah metode untuk mengubah inspirasi menjadi produk industri," katanya.
Ia juga menekankan soal pentingnya menjaga identitas budaya, sekaligus membuka ruang bagi proses pembelajaran dari pusat industri mode dunia seperti Italia.
“Kami tidak berniat mengajarkan inspirasi, karena itu tidak mungkin. Tradisi pun tidak bisa digantikan dengan tradisi lain, sebab itu tidak adil. Namun yang bisa kami lakukan adalah berbagi metode agar ide dan inspirasi dapat diwujudkan menjadi produk yang nyata dan siap masuk ke industri,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan