Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 21:52 WIB

IdeaFest 2025 Day 3, Kemenekraf Ungkap Peluang Industri Fashion Sangat Besar

Author

Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif Romi Astuti, di acara IdeaFest 2025. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Direktur Fesyen Kementerian Ekonomi Kreatif Romi Astuti, menyatakan bahwa peluang industri fashion sangat besar. Ia menjelaskan bahwa fashion merupakan subsektor pertama yang menyumbang ekspor ekonomi kreatif, dengan kontribusi sebesar 55 persen dari total ekspor ekonomi kreatif.

"Kalau peluang fashion untuk pelaku industri ini sangat besar. Tadi saya sudah sampaikan bahwa fashion ini adalah subsektor pertama. Penyumbang pertama ekspor ekonomi kreatif. Jadi 55 persen ekspor ekraf itu dari fashion," ujar Romi Astuti saat diwawancarai Indozone usai diskusi bersama Ideatalks x Ekraf, di JICC, Jakarta, Minggu.

Dalam gelaran event IdeaFest 2025 yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JCC), Ekraf menekankan pentingnya kolaborasi dalam industri fashion, dari hulu hingga hilir, karena semua pihak saling terkait. 

Baca juga: Hadiri JMFW 2024, Mendag Zulkifli Hasan: Indonesia Jadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

Manfaatkan Kolaborasi

Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dapat membantu brand dan desainer mendapatkan bahan baku yang terjangkau dan berkualitas, sehingga dapat menghasilkan produk yang bagus dan harga yang terjangkau. 

"Kolaborasinya harus kita lakukan dari hulu sampai dengan hilir. Kita tidak bisa sendiri, tadi ketika di statement akhir saya bilang kolaborasi, karena semua itu saling terkait," ujarnya.

Selain itu, promosi juga dapat dilakukan secara online dan offline dengan melibatkan berbagai pihak. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak harus diwujudkan oleh semua pelaku fashion.

"Brand atau desainer terkait dengan rantai pasoknya. Brand bisa mendapatkan bahan baku yang affordable baik dari sisi kualitas atau kuantitas. Sehingga dia bisa menjual dengan produk kualitas yang bagus dan harga yang terjangkau sesuai segmentasi yang disasar. Jadi promosi juga bisa melibatkan berbagai pihak. Baik online maupun offline," jelasnya.

"Jadi kolaborasi dengan berbagai pihak itu harus bisa diwujudkan oleh semua pelaku fashion," tambahnya.

Tingkatkan Kreativitas

Romi Astuti mengatakan bahwa kreativitas merupakan salah satu kekuatan utama pelaku fesyen di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia kaya akan kreativitas dan budaya, yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. 

Hal ini menjadi potensi bagi Indonesia untuk bersaing dengan dunia luar dan menciptakan produk-produk yang unik dan memiliki identitas yang jelas.

"Untuk pelaku Fashion di luar sana, satu yaitu kreativitas. Indonesia itu sangat kaya dengan kreativitas, kaya dengan budaya. Posisi Indonesia, masyarakat Indonesia itu sangat kreatif dan itu tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Kebanyakan mereka mengandalkan teknologi, masal dan sebagainya," ujar Romi Astuti.

Pengembangan Bisnis

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan kualitas dalam mengembangkan bisnis fashion. 

"Tetapi untuk kreativitas, budaya Indonesia sangat kaya. Ini menjadi potensi kita untuk kita bisa bersaing dengan dunia luar. Sehingga produk-produk kita berbeda dengan dunia luar, punya DNA yang jelas, segmentasinya jelas. Tinggal bagaimana kita menggarap ini menjadi lebih baik. Yang satu, konsisten. 

Baca juga: JFW 2026 Usung Tema Legacy of Style, Rayakan Regenerasi dan Keberlanjutan Fashion Tanah Air

Menurut Ekraf, kelemahan Indonesia itu terletak pada kurangnya kontrol kualitas, sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan konsistensi dan kualitas produk. Dengan demikian, bisnis fashion dapat berkembang dan sustain dalam jangka panjang.

"Kita harus konsisten, quality control itu kelemahan kita. Jadi arahnya ketika bisnis kita mau berkembang. Kita harus konsisten, quality control kita harus bagus. Jangan sekarang bagus, nanti jelek, kita tidak akan sustain nanti bisnisnya." pungkasnya. 

Dengan demikian, IdeaFest 2025 menjadi ajang yang tepat bagi para pelaku industri fashion untuk berbagi ide, meningkatkan kreativitas, dan memperkuat kolaborasi guna menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di industri fashion yang terus berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU