Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 08:35 WIB

Rayakan 45 Tahun, Michael Kors Bawa 'New York Chic' ke NY Fashion Week

Author

Michael Kors (kiri) dan Dahyun Twice. (X/@MichaelKors )

INDOZONE.ID - Suasana New York Fashion Week langsung terasa beda saat Michael Kors naik panggung. 

Koleksi fall/winter terbarunya hadir dengan nuansa khas kota yang nggak pernah tidur: gritty tapi glamor, kasar tapi elegan. 

Model-model berjalan di tangga Metropolitan Opera House memamerkan mantel wol, sweter monokrom, dan tas berbulu yang bikin penasaran.

Peragaan busana yang digelar Kamis (12/2/2026) ini sekaligus jadi perayaan 45 tahun perjalanan brand asal Amerika tersebut. 

Tapi di balik kemeriahan catwalk, ada cerita bisnis yang menarik buat dicermati.

Baca juga: Tak Harus Good Looking, Ini Kriteria Model Profesional Versi Poppy Dharsono

Gritty vs Glamor: Dua Sisi New York dalam Satu Koleksi

Desainer Michael Kors bilang, koleksi ini terinspirasi dari dualitas New York. 

"Kota ini gritty, tangguh, kasar, ulet. Tapi begitu lo belok di sudut jalan, tiba-tiba jadi glamor, mewah, dan luar biasa. Menyeimbangkan dua sisi itu... ya itu yang selalu memengaruhi pendekatan saya," ujarnya. 

Hasilnya? Setelan jas tailored, sulaman bunga, hingga gaun kasmir yang hangat tapi tetap chic.

Model-model kenamaan ikut memeriahkan runway. Ada Alex Consani dan Christy Turlington yang beraksi di tangga ikonik Met Opera. 

Sementara di barisan penonton, aktris Gabrielle Union, Dakota Fanning, dan Leslie Bibb duduk manis ditemani 'ratu fashion' Vogue, Anna Wintour.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026: Dominasi Pastel, Sentuhan Renda hingga Gamis 2 in 1

Penjualan Turun, Tapi Brand Tetap Jadi Tulang Punggung

Di balik gemerlap panggung, ada tekanan bisnis yang nggak bisa diabaikan. 

Capri Holdings, induk perusahaan Michael Kors, melaporkan penurunan penjualan brand ini sebesar 5,6 persen di kuartal liburan. 

Penyebabnya? Promosi dikurangin. Padahal Michael Kors menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan perusahaan. 

Saham Capri pun ikut loyo, turun 3,39 persen di hari yang sama.

Meski angka penjualan lagi nggak bersahabat, koleksi ini kayaknya jadi sinyal kalau Michael Kors nggak mau kompromi soal identitas. 

Baca juga: Gak Perlu Overhaul Hidup, 3 Tindakan Kecil Ini Bisa Bikin Hidup Lebih Bermakna

"No nonsense to being chic in New York," begitu kata mereka—santai tapi tetap bergaya, nggak perlu lebay.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU