Ilustrasi mendapatkan makna hidup. (Freepik)
INDOZONE.ID - Setiap awal tahun, banyak orang tiba-tiba kepengen ubah hidup total.
Kerja baru, pindah kota, badan baru, identitas baru. Pengumuman besar, rencana gede, tekanan tinggi.
Eh, ujung-ujungnya balik lagi ke laptop sambil makan siang sendirian, bingung kenapa masih ada yang feels off.
Psikolog yang nulis di The Conversation bilang, makna hidup biasanya tumbuh dari hal-hal kecil yang lo ulang.
Bukan dari momen besar yang jarang terjadi, tapi dari hari Selasa biasa. Yang penting: konsistensi, bukan intensitas.
Baca juga: Kisah Kesetiaan Seorang Suami, Tetap Rawat Makam Istri yang Teah Wafat Enam Bulan Lalu
Dalam psikologi, "meaning" atau makna artinya hidup terasa "koheren, punya tujuan, dan terhubung sama yang lo anggap penting."
Orang yang ngerasa hidupnya bermakna biasanya lebih rendah stres dan depresinya, lebih tangguh saat ada masalah.
Bukan berarti mereka melayang-layang kayak peri, tapi mereka punya traction internal yang bikin mereka tetap jalan. Konsepnya gini: otak lo tuh keep score.
Setiap kali lo melakukan sesuatu yang positif—bantu temen, belajar hal kecil, nyelesaiin tugas yang ditunda, ngobrol serius yang bukan cuma kirim meme—ada reward kecil yang keluar: energi, bangga, puas, koneksi.
Baca juga: 17 Ucapan Singkat Tentang Valentine yang Simpel Tapi Penuh Makna
Lama-lama, payout kecil itu bikin perilaku tersebut gampang diulang.
Lo bukan lagi ngejar high permanen, tapi lagi numpuk momen "that was worth doing" sampai hari-hari lo berhenti terasa sia-sia.
Kebalikannya: avoidance. Batalkan rencana karena cemas, hindari obrolan berat, tunda kerjaan berarti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vice.com