Rabu, 01 APRIL 2026 • 13:30 WIB

Ramadan Runway 2026 Hidupkan Kembali Warisan 12 Desainer Legendaris Indonesia

Author

Parade busana karya desainer senior di Ramadan Runway 2026. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Ramadan Runway 2026 bukan sekadar menghadirkan koleksi busana Lebaran terbaru. Panggung fashion show ini juga menjadi momentum penting untuk mengenang kontribusi para desainer legendaris yang membentuk identitas fashion Indonesia.

Fashion show tribute yang digelar Minggu, 29 Maret 2026, di Kota Kasablanka ini menampilkan karya-karya dari 12 desainer ternama Tanah Air, mulai dari Hengki Kawilarang, Handy Hartono, Sikie Purnomo, Ramli, Anne Rufaidah, Raizal Rais, Harry Ibrahim, Marga Alam, Eddy P. Chandra, Tari Made, Arthur Harlan, hingga Jondri Erman.

Ketua APPMI DKI Jakarta, Dana Duriyatna, mengatakan parade mode persembahan para desainer senior ini menjadi pengingat bahwa ekosistem fashion Indonesia memiliki banyak perancang mode terbaik, dengan karakter kuat dan warisan karya yang berharga.

“Ramadan Runway menjadi salah satu tempat terbaik dengan momentum paling cocok dalam mengenang karya besar para desainer legendaris Indonesia,” ujarnya saat press conference.

Baca juga: Blooming Ramadan, Gamis Bini Orang, hingga Busana Kuning Mentega Ramaikan Tren Lebaran 2026

Menariknya, di balik suksesnya fashion show tribute tersebut, terdapat tantangan besar dalam mengumpulkan koleksi busana para desainer legendaris. Sejumlah koleksi busana yang ditampilkan saat fashion show harus dipinjam dari tokoh-tokoh nasional hingga kolektor pribadi.

“Cukup sulit mencari koleksi para desainer legendaris Indonesia tersebut. Kami bahkan harus meminjam kepada Mien R. Uno untuk koleksi Ramli dan Marga Alam. Lalu, untuk koleksi Sikie Purnomo meminjam kepada Vina Panduwinata, kemudian koleksi Handy Hartono dipinjam dari mantan Konjen RI di Houston, Rika Siregar,” tambah Dana.

Lebih lanjut, Dana juga menyebut bahwa panggung ini bukan semata tempat untuk peragaan busana, tetapi menjadi ruang apresiasi atas kontribusi besar para desainer yang telah mewarnai perjalanan industri mode Indonesia.

Sementara di sisi lain, sebagai generasi muda pencinta fashion, momen ini juga menjadi kesempatan untuk kembali mengenal sosok-sosok perancang legendaris Tanah Air yang karyanya masih relevan hingga saat ini.

Ramadan Runway 2026 (Dewi Kania/Z Creators)

Berikut adalah profil singkat 12 desainer legendaris Indonesia yang ditampilkan dalam Ramadan Runway 2026.

1. Hengki Kawilarang

Hengki Kawilarang dikenal sebagai desainer papan atas Indonesia dengan ciri khas rancangan glamor, elegan, dan sentuhan etnik. Ia kerap menggunakan kristal serta detail bulu untuk menciptakan kesan “diva” pada setiap karyanya.
Karyanya banyak dikenakan artis ternama seperti Syahrini dan Krisdayanti, serta tampil dalam ajang Miss Indonesia, Puteri Indonesia, hingga Miss Universe.

Hengki memulai kariernya pada awal 2000-an setelah menempuh pendidikan fashion di Bandung dan Singapura serta di Susan Budiharjo School of Fashion. Ia juga sempat tampil di New York Fashion Week 2023.

Hengki Kawilarang meninggal dunia pada 20 Juni 2025.

2. Anne Rufaidah

Anne Rufaidah merupakan pelopor fashion muslimah modern di Indonesia. Sejak era 1980-an, ia konsisten menghadirkan busana muslim yang modis namun tetap syar’i, bahkan ketika penggunaan jilbab masih terbatas di masa Orde Baru.
Alumnus FSRD ITB ini juga menulis buku Anggun Berkerudung di Segala Kesempatan dan Padu Padan Busana Muslim untuk Remaja. Anne Rufaidah meninggal dunia pada 9 Juli 2020.

3. Handy Hartono

Handy Hartono dikenal sebagai desainer yang aktif mempromosikan batik Karawang ke kancah internasional. Alumni Sekolah Mode Susan Budiharjo ini pernah berpartisipasi dalam Vienna Fashion Week pada 2016 dan 2018 dengan koleksi bernuansa tradisional.
Karya-karyanya banyak menonjolkan detail handmade dengan pendekatan modern pada kain etnik Nusantara.

4. Sikie Purnomo

Sikie Purnomo merupakan desainer sekaligus makeup artist ternama yang dikenal dengan rancangan modis, elegan, dan nyaman untuk iklim tropis. Karya busananya pernah diperkenalkan hingga ke Jerman serta banyak melibatkan kolaborasi dengan selebritas dan brand lokal.
Sayangnya, setelah lama berkarya hingga go internasional, Sikie Purnomo mengembuskan napas terakhirnya pada 31 Mei 2023.

5. Ramli

Ramli Kartowidjojo dikenal sebagai pelopor penggunaan kain tradisional dalam rancangan busana modern Indonesia.
Selama lebih dari 35 tahun berkarier, ia konsisten mengangkat bordir dan sulam Nusantara ke panggung internasional hingga dijuluki sebagai “maestro bordir”. Ramli juga telah meninggal dunia pada 23 Januari 2013.

6. Raizal Rais

Raizal Rais atau Buyung Rais adalah pionir Batik Tanah Liek asal Sumatra Barat sekaligus penggiat wastra Nusantara.
Ia juga merupakan pendiri Indonesia Ethnic Designer Community (IEDC) dan aktif di APPMI sebagai Kepala Humas.

Meski mengalami kebutaan selama 11 tahun terakhir hidupnya, ia tetap aktif berkarya hingga akhir hayatnya. Raizal Rais juga dikabarkan meninggal dunia pada 30 Januari 2021.

7. Harry Ibrahim

Harry Ibrahim dikenal sebagai desainer asal Bandung dengan rancangan gaun pesta dan busana pengantin yang elegan, simpel, dan eksklusif.
Ia juga menjabat sebagai Ketua APPMI Jawa Barat dan menghadirkan koleksi terakhir bertajuk Bionic dalam ajang Fashionality 2023 sebagai tribute atas dedikasinya di dunia fashion.

Harry Ibrahim meninggal dunia pada 2023.

8. Marga Alam

Marga Alam dikenal lewat rancangan kebaya modern dan gaun pengantin dengan ciri khas kerah tinggi, detail ukiran, serta payet glamor.
Ia juga menjadi desainer langganan sejumlah tokoh nasional, termasuk Mien R. Uno. Sayangnya, Marga Alam juga meninggal dunia pada 28 Mei 2018 lalu.

9. Eddy P. Chandra

Eddy P. Chandra merupakan pendiri label EPC yang dikenal lewat koleksi busana muslim modern dan gaun pesta premium.
Karyanya identik dengan sentuhan feminin, material mewah, dan tetap mengedepankan nilai syar’i, terutama dalam koleksi Hari Raya.

Baca juga: Runway Megah dan Visual Dramatis, 27 Desainer Lokal Hidupkan IFA 2026

10. Tari Made

Tari Made merupakan desainer asal Yogyakarta yang konsisten mengangkat batik kontemporer melalui label Sakamade Boutique.
Ia juga pernah menampilkan koleksinya di ajang New York Indonesia Fashion Week sebagai upaya memperkenalkan batik handmade Indonesia ke dunia internasional.

11. Arthur Harlan

Arthur Harlan merupakan salah satu perintis APPMI yang berperan besar dalam memperkuat posisi desainer Indonesia di industri fashion nasional.
Karyanya dikenal banyak mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia dalam rancangan siap pakai berkualitas tinggi.

12. Jondri Erman

Terakhir adalah Jondri Erman, yang merupakan desainer busana pria yang aktif sejak era 1980-an dan tergabung dalam Kelompok 12 pada ajang Pesona Mode 1989.
Jondri juga dikenal melalui eksplorasi motif jumputan serta kombinasi warna khas dalam rancangan blazer dan rok panjang modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU