INDOZONE.ID - Motif polkadot saat ini kembali ngetren di dunia fashion. Mulai dari dress, blouse, rok, sampai aksesori, corak bulat-bulat ini kembali ramai dipakai dan muncul di berbagai runway maupun media sosial.
Tapi siapa sangka, di balik tampilannya yang manis dan playful, polkadot ternyata punya sejarah yang cukup kelam.
Sebelum jadi motif fashion ikonik, polkadot sempat dianggap menyeramkan karena dikaitkan dengan penyakit kulit seperti kusta, cacar, campak, hingga wabah pes.
Baca juga: Mau Beli Dress Polkadot yang Dipakai Ameena, Harus Puasa Sebulan Dulu! Segini Harganya
Menurut catatan sejarah fashion, pada Abad Pertengahan di Eropa, pola titik-titik dianggap mirip bercak penyakit pada kulit manusia.
Saat itu teknologi tekstil belum secanggih sekarang, sehingga motif bulat pada kain terlihat tidak beraturan dan menyerupai ruam penyakit menular.
Karena alasan tersebut, motif berbintik sempak diasosiasikan dengan sesuatu yang kotor, tidak sehat, bahkan membawa kesialan.
Banyak orang Eropa kala itu menghindari pakaian bermotif titik karena dianggap mengingatkan pada penderita cacar, lepra, dan wabah mematikan lainnya.
Mulai Jadi Ikon Fashion
Popularitas polkadot mulai berubah saat Revolusi Industri berkembang. Mesin tenun modern mulai mampu menghasilkan pola bulat yang lebih simetris dan rapi.
Dari situlah polkadot perlahan berubah menjadi motif yang dianggap unik dan fashionable.
Nama "polkadot" sendiri muncul sekitar abad ke-19, terinspirasi dari tren tarian polka yang saat itu sedang populer di Eropa dan Amerika.
Meski sebenarnya tidak punya hubungan langsung dengan motif kain, istilah tersebut akhirnya melekat hingga sekarang.
Masuk era 1920-an sampai 1960-an, polkadot makin naik daun setelah dipakai banyak ikon fashion dan selebritis dunia.
Karakter seperti Minnie Mouse juga ikut membuat motif ini semakin identik dengan gaya feminin, retro, dan ceria.
Baca juga: Tutorial Bikin Nail Art Polkadot di Rumah, Cuma Pake Tusuk Gigi!
Kini, polkadot justru dianggap sebagai salah satu motif paling timeless di dunia fashion.
Mulai dari gaya vintage sampai outfit modern minimalis, polkadot masih jadi favorit karena mudah dipadukan dan nggak pernah benar-benar ketinggalan zaman.
Jadi, meski dulu sempat dianggap menyeramkan karena mirip penyakit kulit, polkadot berhasil berubah total menjadi simbol fashion klasik yang terus eksis sampai sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ABC Online, Slate