Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 26 JUNI 2026 • 14:35 WIB

Bolehkah Penderita Cacar Air Mandi? Simak Faktanya

Bolehkah Penderita Cacar Air Mandi? Simak FaktanyaIlustrasi Penderita Cacar Air Boleh Mandi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Masih banyak masyarakat yang percaya bahwa penderita cacar air tidak boleh mandi selama masa sakit.

Faktanya, penderita cacar air tetap diperbolehkan mandi. Bahkan, menjaga kebersihan kulit selama sakit justru penting untuk membantu mencegah infeksi tambahan yang dapat memperparah kondisi kulit.

Baca juga: Sistem Pencernaan yang Melakukan Gerak Peristaltik Pertama, Ini Cara Kerjanya

Apa Itu Cacar Air?

Cacar air atau varisela adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penularan ini umumnya terjadi melalui percikan droplet dari saluran pernapasan penderita.

Selain melalui udara, virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ruam atau lenting pada kulit, meski risiko penularannya cenderung lebih rendah.

Penyakit ini juga paling sering menyerang anak-anak, karena sekitar 90 persen kasus cacar air terjadi pada anak usia di bawah 10 tahun.

Baca juga: 7 Manfaat Ikan Cakalang untuk Kesehatan Tubuh yang Kaya Gizi

Namun, orang dewasa juga bisa terkena cacar air, bahkan berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius, terutama jika memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Saat ini, risiko terkena cacar air dapat dikurangi melalui vaksinasi yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Apakah Penderita Cacar Air Boleh Mandi?

Jawabannya, boleh karena mandi tidak membuat cacar air menjadi lebih parah. Sebaliknya, menjaga kebersihan tubuh selama mengalami cacar air sangat dianjurkan untuk membantu mencegah infeksi pada kulit.

Baca juga: 7 Manfaat Luar Biasa Ikan Gabus untuk Kesehatan Tubuh

Jika penderita tidak mandi, kuman dan bakteri dapat menumpuk di permukaan kulit. Kondisi ini berpotensi menyebabkan infeksi bakteri sekunder pada lenting cacar air.

Risiko Jika Penderita Cacar Air Tidak Mandi

1. Muncul Nanah pada Ruam

Kondisi ini menjadi tanda bahwa ruam tidak hanya terinfeksi virus, tetapi juga bakteri.

2. Impetigo dan Selulitis

Infeksi bakteri sekunder dapat berkembang menjadi impetigo atau bahkan selulitis, yaitu infeksi yang menyebar hingga lapisan lemak di bawah kulit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Klik Dokter

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bolehkah Penderita Cacar Air Mandi? Simak Faktanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!