Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 15:15 WIB

Jangan Panik! Ini Cara Tolong Orang yang Alami Kejang ‘Epilepsi Grand Mal’

Author

Ilustrasi pria terjatuh karena komplikasi akibat epilepsi. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Epilepsi merupakan gangguan otak yang cukup umum terjadi dan ditandai dengan kejang berulang. 

Mengutip laman Mayo Clinic, epilepsi dapat dialami oleh siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, maupun latar belakang etnis. 

Penyakit ini memiliki berbagai jenis, dengan penyebab yang beragam. Sebagian epilepsi diketahui berkaitan dengan faktor genetik, trauma, atau cedera kepala.

Sementara sebagian lainnya, tidak memiliki penyebab yang jelas.

Dikutip dari Hindustan Times, seorang dokter asal Maryland, Dr. Sood, baru-baru ini menjelaskan secara rinci, mengenai salah satu jenis kejang epilepsi yang paling dikenal, yaitu kejang tonik-klonik, yang juga dikenal sebagai kejang grand mal

Kejang jenis ini merupakan kondisi yang paling mudah dikenali secara visual.

Baca juga: 7 Mitos dan Fakta Penyakit Epilepsi, Apakah Benar Tak Bisa Disembuhkan?

Mengenal Kejang Tonik-Klonik (Grand Mal)

Dalam penjelasannya, Dr. Sood menyebutkan, kejang tonik-klonik umumnya terjadi secara tiba-tiba. Lalu, diawali dengan hilangnya kesadaran serta kekakuan pada tubuh.

Setelah itu, penderita akan mengalami gerakan menyentak secara ritmis pada lengan dan kaki.

Selama kejang, pernapasan bisa menjadi tidak teratur. Setelah kejang berakhir, penderita sering kali merasa bingung, sangat lelah, atau bahkan tidak mengingat kejadian yang baru saja dialami,” jelas Dr. Sood.

Ilustrasi jenis epilepsi. (freepik.com)

Kejang epilepsi terjadi akibat aktivitas listrik yang tidak normal di otak. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti lupa mengonsumsi obat, stres, sakit, atau kurang tidur.

Namun, dalam beberapa kasus, kejang juga dapat muncul tanpa pemicu yang jelas.

Langkah yang Dilakukan Saat Seseorang Alami Kejang

Dr. Sood menegaskan, pertolongan pertama saat menyaksikan seseorang mengalami kejang sebenarnya cukup sederhana. Namun, sangat penting untuk dilakukan dengan benar. 

Berikut langkah-langkah yang dianjurkan:

  • Tetap tenang dan pastikan penderita aman
  • Singkirkan benda-benda apapun di sekitar, untuk mencegah cedera
  • Alasi atau lindungi kepala penderita, misalnya dengan jaket atau tas
  • Jangan menahan gerakan penderita dan jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut
  • Catat durasi kejang. Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, atau terjadi berulang tanpa jeda, segera cari bantuan medis darurat

Pemahaman yang tepat mengenai epilepsi, dan penanganan kejang sangat penting, terutama bagi masyarakat umum. Tindakan yang cepat dan benar tidak hanya dapat mencegah cedera, tetapi juga menyelamatkan nyawa penderita.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU