Ilustrasi lelah terus menerus (Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah jadwal yang makin padat dan notifikasi yang seolah tidak pernah berhenti, banyak orang sibuk memenuhi kebutuhan orang lain tapi lupa memperhatikan dirinya sendiri.
Akibatnya, tubuh cepat lelah, pikiran mudah stres, dan suasana hati jadi tidak menentu.
Kalau kamu merasa belakangan ini gampang emosi, sulit fokus, atau bangun tidur masih terasa capek, bisa jadi itu bukan sekadar karena banyak pekerjaan.
Bisa jadi tubuh dan pikiranmu sedang memberi sinyal bahwa kamu membutuhkan lebih banyak rutinitas self-care.
Baca juga: 7 Manfaat Daun Sirsak yang Sayang Dilewatkan untuk Kesehatan
Masih banyak yang menganggap rutinitas self-care identik dengan liburan mahal, spa, atau membeli barang yang disukai. Padahal, makna self-care jauh lebih sederhana dari itu.
Self-care adalah kebiasaan merawat kesehatan fisik, mental, dan emosional agar tetap berada dalam kondisi terbaik.
Tujuannya bukan hanya membuat tubuh terasa lebih nyaman, tetapi juga membantu seseorang tetap produktif, bahagia, dan mampu menghadapi tekanan hidup sehari-hari.
Kabar baiknya, rutinitas self-care bisa dimulai dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, misalnya: tidur.
Baca juga: 5 Manfaat Daun Yakon untuk Kesehatan, Terutama bagi Penderita Diabetes
Di antara berbagai bentuk self-care, tidur yang cukup sering menjadi hal pertama yang dikorbankan. Banyak orang menganggap begadang sebagai hal biasa, baik untuk menyelesaikan pekerjaan, menonton serial favorit, bermain gim, maupun sekadar scrolling media sosial hingga larut malam.
Padahal, tidur bukan hanya waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses penting, mulai dari memulihkan energi, memperbaiki sel-sel yang rusak, hingga menjaga fungsi otak agar tetap optimal.
Karena itu, kualitas tidur memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Ketika seseorang kurang tidur secara terus-menerus, dampaknya tidak hanya berupa rasa kantuk di siang hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com