INDOZONE.ID - Lepas dari kacamata atau softlens dalam sekali tindakan? Kedengarannya seperti solusi instan yang sulit ditolak. Tidak heran jika LASIK menjadi salah satu prosedur mata paling populer.
Namun, sebelum buru-buru mendaftar, ada satu hal penting: LASIK bukan tanpa risiko, dan tidak semua orang cocok menjalaninya.
Sekilas tentang LASIK: Cepat, Praktis, tapi…
LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) adalah prosedur yang menggunakan laser untuk mengubah bentuk kornea agar cahaya bisa masuk ke mata dengan lebih tepat. Hasilnya, penglihatan bisa menjadi lebih jelas tanpa bantuan kacamata.
Prosesnya juga relatif cepat, sekitar 10–15 menit per mata. Banyak orang bahkan bisa kembali beraktivitas ringan setelahnya.
Namun, justru karena terdengar simpel, banyak yang menganggap remeh efek jangka panjangnya.
Baca juga: Kenapa Operasi Lasik Mata Capai Puluhan Juta? Ini Penjelasan Ahli
Ekspektasi vs Realita: Tidak Selalu “Sempurna”
Banyak orang berharap setelah LASIK, penglihatan akan kembali 100 persen normal. Faktanya, tidak sedikit yang masih membutuhkan kacamata, terutama untuk membaca atau berkendara di malam hari.
Selain itu, LASIK tidak menghentikan proses penuaan mata, sehingga gangguan penglihatan tetap bisa muncul seiring waktu.
Artinya, harapan “sekali operasi, beres seumur hidup” tidak selalu sesuai kenyataan.
Tidak Semua Orang Bisa LASIK
Ini yang sering terlewat. LASIK memiliki syarat medis yang cukup ketat. Beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak disarankan menjalani prosedur ini antara lain:
- Mata kering kronis
- Kornea tipis
- Penyakit autoimun (seperti lupus)
- Gangguan jaringan, misalnya rheumatoid arthritis
Menurut Food and Drug Administration (FDA), pasien harus melalui seleksi ketat karena risiko dapat meningkat pada kondisi tertentu.
Risiko yang Jarang Dibahas, tapi Nyata
Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi ini hal yang sering kurang disorot:
- Kesulitan melihat dalam kondisi gelap
Misalnya saat berkendara malam hari, penglihatan bisa menjadi kurang jelas. - Efek halo dan silau
Lampu terlihat memiliki lingkaran cahaya atau tampak menyebar seperti bintang, yang bisa mengganggu. - Mata kering berkepanjangan
Tidak hanya sementara, tetapi bisa berlangsung lama dan menimbulkan ketidaknyamanan. - Risiko serius (meski jarang)
Dalam kasus ekstrem, dapat terjadi komplikasi pada kornea yang berujung pada penurunan penglihatan permanen.
Baca juga: Ternyata Mata Bisa Kembali Minus Meski Sudah Operasi LASIK
Jadi, Worth It atau Tidak?
Jawabannya kembali pada kondisi masing-masing. LASIK bisa menjadi solusi efektif bagi banyak orang. Namun, jika mengharapkan hasil yang sempurna atau belum siap dengan kemungkinan efek samping, sebaiknya pertimbangkan kembali.
LASIK memang menawarkan kebebasan dari kacamata. Tetapi di balik itu, ada realita yang tidak selalu seindah yang dibayangkan. Jangan hanya tergiur hasil instan. Kenali risiko, pahami kondisi mata, dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengambil keputusan.
Karena mata bukan tempat untuk coba-coba.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovermagazine.com