INDOZONE.ID - Kesembuhan pasien di rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis dan teknologi kesehatan yang dikendalikan oleh dokter.
Di balik prosesnya, perawat memiliki peran penting dalam mendampingi pasien sejak awal pengobatan hingga dinyatakan sembuh.
Tanpa disadari, perawat merupakan tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi dengan pasien. Mulai dari memantau perkembangan kondisi kesehatan, memberikan edukasi, memastikan kebutuhan pasien terpenuhi, hingga memberikan dukungan emosional selama menjalani perawatan.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas praktik keperawatan berkaitan erat dengan keselamatan dan hasil perawatan pasien.
Baca juga: Percaya Mitos, Pria Masukkan Belut ke Anus Demi Atasi Sembelit hingga Nyaris Tewas
Sementara itu, rumah sakit yang menerapkan praktik keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing), diketahui memiliki angka komplikasi yang lebih rendah, koordinasi layanan yang lebih baik, serta kepuasan pasien.
Sementara itu, sejumlah rumah sakit di Indonesia terus memperkuat praktik keperawatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan pasien.
Termasuk Siloam Hospitals Kebon Jeruk dan Siloam Hospitals Lippo Village yang juga mendapat pengakuan Magnet® with Distinction dari American Nurses Credentialing Center (ANCC).
Pengakuan tersebut menjadi indikator bahwa praktik keperawatan di rumah sakit telah memenuhi standar internasional.
Baca juga: Jangan Keseringan, Makanan Ini Bisa Memicu Asam Urat Tinggi
Mulai dari aspek kepemimpinan, mutu pelayanan, hingga hasil klinis yang berdampak langsung pada pasien.
Nursing General Manager Siloam International Hospitals Jessi Rahardja, menjelaskan bahwa pelayanan keperawatan tidak hanya berfokus pada tindakan medis.
Dalam praktik sehari-hari, perawat juga berperan membangun komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga agar pasien merasa lebih nyaman, didengar, serta terlibat dalam setiap keputusan terkait perawatan yang dijalani.
Menurut Jessi, praktik keperawatan modern kini semakin mengedepankan pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based nursing) serta kolaborasi lintas profesi kesehatan guna memberikan hasil perawatan yang lebih optimal bagi pasien.
Baca juga: Pentingnya Aktif Bergerak dan Olahraga bagi Kesehatan Jantung Kamu
"Keperawatan adalah profesi yang berbasis bukti, kepemimpinan, dan kolaborasi, dengan dampak nyata terhadap pasien. Hasilnya dapat dirasakan secara langsung melalui pelayanan yang semakin konsisten, koordinasi yang semakin baik, dan pengalaman perawatan yang lebih optimal bagi pasien," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.
Karena itu, menurut Jessi, penguatan profesi keperawatan menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Hal ini menjadi penting karena mendukung hasil perawatan yang lebih optimal bagi pasien.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady menambahkan, kualitas layanan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari peran perawat. Mereka selalu hadir mendampingi pasien dan keluarga dalam setiap tahap perjalanan perawatan di rumah sakit.
"Kami percaya perpaduan antara keunggulan klinis dan compassionate care merupakan fondasi layanan kesehatan yang berkualitas. Ketika pasien merasa didengar, dipahami, dan dirawat dengan empati, hal tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pengalaman maupun hasil perawatan mereka," ungkap Caroline.
Baca juga: Jangan Abaikan, Berbagai Faktor Ini Bisa Meningkatkan Risiko Autoimun
Dengan demikian, pelayanan keperawatan perlu didukung oleh pengembangan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.
Selain memiliki kemampuan klinis, perawat juga dituntut menguasai keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi agar proses perawatan pasien berjalan secara terintegrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan