Ilustrasi Perintis Bukan Pewaris. (Foto: Freepik @EyeEm)
INDOZONE.ID - Di zaman yang serba cepat ini, anak muda dituntut bukan cuma jadi pewaris mimpi orang tua, tapi juga jadi perintis mimpi baru.
Bukan sekadar nerusin warisan, tapi bikin gebrakan yang bisa dikenang. Nah, lewat puisi singkat yang kece ini, kita bakal diajak merenung, menyala, dan bangkit jadi sosok yang berani melangkah duluan. Siap?
Ini dia 7 puisi singkat yang ngebahas tema perintis vs pewaris, cocok banget buat kamu yang lagi nyari semangat baru. Yuk, dibaca sampai habis.
Baca juga: 7 Puisi Singkat Tentang Ketenangan Hidup yang Menyentuh, Bikin Hati Adem dan Pikiran Damai
Ilustrasi Perintis Bukan Pewaris. (Foto: Freepik @Freepik)
Langkah pertama, bukan soal jauh
Tapi berani ninggalin yang semu
Saat dunia bilang, "tunggu dulu"
Perintis bilang, "kalau nggak sekarang, kapan aku?"
Puisi perintis bukan pewaris ini cocok buat kamu yang lagi ragu memulai sesuatu. Ingat, semua hal besar dimulai dari satu langkah kecil. Dan kadang, itu harus dilangkahin sendiri tanpa nungguin siapa-siapa.
Pewaris duduk di kursi tua
Menunggu giliran, menunggu arahan
Perintis berlari di jalan baru
Kadang salah, tapi terus bertahan
Kalau kamu cuma nunggu warisan, mungkin kamu aman. Tapi kalau kamu berani buka jalan sendiri, kamu bakal tumbuh jadi lebih kuat. Karena hidup bukan tentang nunggu, tapi nyoba terus meskipun jatuh.
Tak ada peta
Tak ada tanda
Hanya keyakinan
Dan mimpi yang menyala
Puisi ini cocok banget buat kamu yang sedang bangun sesuatu dari nol. Menjadi perintis artinya melangkah di jalan yang belum pernah dilewati siapa pun. Tapi justru di situlah letak keberanianmu.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Kehidupan yang Keras, Relate Buat Kamu yang Lagi Berjuang
Ilustrasi Perintis Bukan Pewaris. (Foto: Freepik @jcomp)
Aku bukan pewaris gelar
Bukan anak raja, bukan anak konglomerat
Tapi aku tahu cara berlari
Meski sepatu lusuh, mimpi tak pernah retak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ide Penulis