Ilustrasi proses berpikir (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak, Kamu lagi debat atau diskusi, terus tiba-tiba orang lain salah paham sama apa yang Kamu maksud?
Misalnya Kamu bilang, “Kuliah itu enggak penting karena mahal,” tapi mereka malah nyimpulin Kamu bilang kuliah itu penting.
Nah, ternyata ada ilmu psikologi dan logika yang bisa bantu jelasin kenapa hal kayak gini sering terjadi.
Pertama-tama, penting banget buat ngerti bedanya kritik argumen dan kritik kesimpulan. Argumen itu alasan yang mendukung kesimpulan.
Jadi ketika orang nanya, “Kenapa kuliah enggak penting?” terus Kamu jawab “Karena mahal,” yang dikritik bisa aja cuma alasan mahal-nya, bukan kesimpulannya “kuliah enggak penting.”
Masalah muncul ketika orang nggak paham bedanya, terus mereka menilai keseluruhan kesimpulan Kamu dari argumen yang Kamu pakai. Hasilnya? Salah paham.
Baca juga: 17 Caption Singkat tentang Takdir yang Bikin Kamu Mikir Dua Kali
Ada beberapa hal dari sisi psikologi yang bikin kesalahpahaman ini gampang terjadi:
Kita cenderung menilai orang dari apa yang mereka bilang, bukan konteksnya. Jadi ketika seseorang bilang “karena mahal,” orang langsung mikir, “Oh dia berubah pikiran tentang kuliah,” padahal enggak.
Cara kita nyampein argumen itu penting banget. Kalau argumen terdengar kontroversial, fokus orang bisa melenceng dari kesimpulan asli.
Misal, menekankan “mahal” bikin mereka lupa inti pernyataan Kamu.
Orang suka mencari info yang sesuai keyakinannya. Kalau mereka udah percaya kuliah itu penting, otomatis otak mereka nge-filter argumen Kamu jadi terlihat salah, padahal kesimpulannya sama aja.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Takdir yang Bikin Kamu Merenung
Biar tidak salah paham ketika kita diskusi, kita harus tau apa masalah, lalu jelasin argumen secara jelas tapi ringkas. Intinya dirangkum, lalu pisahin antara alasan dan kesimpulan agar gampang ditangkap oleh masyarakat.
Jika ada yang menentang jangan marah, soalnya kadang orang itu punya filter dari ilmu dan sudut pandangnya masing-masing.
Dengan paham ilmu ini, Kamu bisa ngobrol lebih santai, tapi tetap logis baik di umum maupun digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber