Ilustrasi Puisi Singkat Tentang Demo. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Kalau ngomongin demo, pasti banyak dari kita langsung kebayang jalanan penuh massa, suara toa yang lantang, sampai poster-poster dengan kata-kata pedas.
Demo udah jadi bagian dari perjalanan bangsa, tempat rakyat menyalurkan keresahan mereka. Dari dulu sampai sekarang, aksi turun ke jalan selalu punya makna yang lebih dalam.
Nah, salah satu cara keren buat menangkap suasana demo adalah lewat puisi singkat. Puisi singkat tentang demo nggak cuma jadi rangkaian kata indah, tapi juga suara hati rakyat yang kadang nggak didengar.
Yuk, simak kumpulan puisi singkat tentang demo yang bisa bikin kita merenung sekaligus merinding.
Baca juga: 7 Puisi Singkat tentang Suara Rakyat: Jeritan, Perlawanan, dan Makna Merdeka yang Dipertanyakan
Sebelum masuk ke puisinya, kita obrolin dulu sedikit. Demo itu biasanya lahir karena ada rasa ketidakadilan.
Entah itu masalah hukum, ekonomi, politik, sampai isu kemanusiaan. Rakyat yang merasa nggak punya jalur lain buat ngomong, akhirnya memilih jalanan sebagai panggung.
Banyak orang bilang, demo itu ribut-ribut nggak jelas. Padahal, kalau ditarik ke akar masalah, demo yang benar sesuai aturan dan tujuan adalah tanda bahwa rakyat masih peduli. Demo itu bentuk cinta pada negeri, meski caranya keras, lantang, dan kadang chaos.
Ilustrasi Puisi Singkat Tentang Demo. (Foto: Freepik @Freepik)
1.Suara kami lantang di jalan
Tapi di gedung sana,
Mereka menutup telinga.
2. Kami berdiri di bawah terik matahari
Bukan untuk melawan negeri,
Tapi untuk menyelamatkannya dari tirani.
3. Di tangan ini ada poster sederhana
Tulisannya cuma tiga kata:
Kami masih ada.
4. Gas air mata
Takkan pernah bisa membungkam
Air mata rakyat.
5. Jalanan ini berdebu
Langkah kami penuh luka,
Tapi suara tetap menyala.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ide Penulis