Cowok juga bisa rapuh (HUFFPOST)
INDOZONE.ID - Curhat ke teman sendiri seringnya bikin hati lebih lega. Tapi biasanya hal itu gak berlaku buat cowok.
Kalau cowok lebih suka mengatasi stres sendiri dengan berjam-jam soal film superhero, konspirasi, mobil impian, politik, atau rutinitas gym. Dan ini sering jadi pertanyaan, kenapa cowok begitu sulit membuka diri?
Apa yang membuat mereka enggan mengakui bahwa mereka sedang berjuang dengan sesuatu? Dan kenapa mereka sangat mempertahankan sikap seolah semuanya baik-baik saja?
Untuk mencari jawabannya, Psikolog Nandita Kalra di Rocket Health menjelaskan banyak alasan psikologis di balik fenomena ini. Menurut Nandita, semuanya berakar dari pola asuh dan norma sosial sejak kecil.
“Banyak laki-laki tumbuh dengan aturan tak tertulis seperti selesaikan sendiri atau jangan terlalu emosional. Jadi meskipun mereka percaya sepenuhnya pada teman dekat, membuka diri terasa asing atau tidak nyaman," ungkapnya dilansir Hindustan Times.
Akibatnya mereka mampu mengekspresikan perasaan. Hanya saja, pola pikir yang terbentuk sejak kecil membuat mereka menahan diri meski bersama teman terdekat.
Nandita menambahkan bahwa banyak pria sebenarnya menginginkan kedekatan emosional, tetapi tidak selalu punya keberanian buat curhat dan inilah yang menciptakan jarak.
Nandita pun berbagi tips buat cowok agar mereka mau curhat ke teman dengan proses bertahap, dimulai dari langkah kecil. Yuk simak!
Seperti yang disarankan Nandita, langkah awal yang baik adalah berbagi hal-hal ringan. Dengan langkah kecil, rasa rentan terasa lebih aman. Lama-lama, kebiasaan ini membantu cowok lebih nyaman membicarakan masalah yang lebih besar.
“Mulailah dari hal sederhana seperti ‘pekerjaan lagi bikin stres’ atau ‘belakangan aku agak down’,” jelasnya.
Baca juga: 5 Zodiak Cowok yang Kurang Suka Bersosialisasi dan Lebih Nyaman Sendiri!
Kebanyakan pria merasa canggung ketika harus jadi pusat perhatian. Karena itu, Nandita menyarankan untuk mengobrol sambil melakukan aktivitas.
“Banyak pria lebih mudah terhubung ketika fokusnya tidak hanya pada percakapan. Coba bicara sambil nyetir, jalan, main game, atau olahraga,” jelasnya.
Tidak perlu memakai istilah rumit untuk menjelaskan perasaan. Menyederhanakan emosi membantu otak mengungkapkan apa yang dirasakan tanpa bingung mencari kata yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times