Ilustrasi zodiak yang cocok menikah (Pexels/Marina Abrosimova)
INDOZONE.ID - Kamu pasti sering dengar quote “jodoh datang saat kamu siap”, atau sebaliknya, “ayo cari jodoh dong, gimana jodoh mau datang kalau nggak dicari?” Dua kalimat yang berseberangan banget, kan? Nah, ternyata para ilmuwan juga sudah riset soal ini, apakah benar jodoh datang saat kita sudah “siap”, atau justru muncul lebih banyak kalau kita aktif mencarinya. Berikut penjelasannya berdasarkan penelitian sains yang kredibel.
Sebelum bahas soal jodoh, ada baiknya kita kenal dulu istilah commitment readiness, alias kesiapan untuk serius dalam hubungan. Ini bukan cuma “siap punya pacar”, tapi lebih ke apakah kita merasa waktunya sudah pas untuk masuk ke hubungan jangka panjang.
Menurut penelitian dari Purdue University, tingkat kesiapan ini ternyata punya pengaruh besar untuk kelangsungan hubungan. Orang yang sudah ready biasanya lebih mau berusaha, mulai dari komunikasi yang jelas, memberi perhatian, sampai tanggung jawab kecil sehari-hari. Sebaliknya, kalau seseorang belum siap, mereka cenderung gampang mundur meskipun sebenarnya sayang dan punya perasaan yang dalam.
Riset itu juga menemukan bahwa orang yang merasa “sudah siap banget” punya kemungkinan 25% lebih kecil untuk putus dibanding yang belum siap.
Jadi, bisa dibilang kesiapan diri bukan cuma soal perasaan, tapi salah satu faktor penting yang menentukan “kapan jodoh datang” dalam hidup kita.
Baca juga: Doa Bertemu Jodoh Bagi Perempuan untuk Menemukan Pendamping Hidup Terbaik
Ternyata bukan cuma kamu sendiri yang bisa merasakan apakah kamu sudah siap berkomitmen. Penelitian dari Michigan State University menemukan bahwa teman dekat kita juga cukup jago menilai kesiapan itu.
Dalam studi yang melibatkan hampir 800 orang, para peneliti melihat bahwa teman-teman mereka punya tingkat kesepakatan yang tinggi soal siapa yang “sudah siap serius” dan siapa yang masih ragu.
Artinya, sinyal kesiapan itu bukan cuma ada di dalam kepala kamu, tapi juga terlihat oleh orang lain terutama yang sering bersama kamu dan bisa menangkap vibe kesiapan emosionalmu.
Jadi, kalau kamu pernah mikir, “teman-temanku bakal bilang aku sudah siap belum ya?”, sains menjawab: kemungkinan besar mereka tahu. Dan itu bisa jadi tanda kuat kalau jodoh memang sedang mendekat ke kehidupanmu.
Nah, sekarang masuk ke bagian paling seru: apakah jodoh datang karena kita sudah “siap” secara batin, atau justru muncul saat kita aktif mencarinya?
Studi terbaru dari Brigham Young University (Wheatley Institute) mencoba membantah konsep “soulmate takdir” yang sering dianggap romantis. Dalam penelitian yang melibatkan 615 pasangan di Amerika Serikat dan Kanada, para peneliti menemukan bahwa hubungan yang bertahan lama bukan disebabkan oleh “klik instan” atau chemistry saja. Justru, pasangan yang langgeng cenderung menunjukkan perilaku proaktif, seperti melakukan kebaikan kecil, meluangkan waktu berkualitas, menunjukkan empati, dan terus berusaha memperkuat hubungan mereka.
Intinya, jodoh yang awet bukan tentang “ketemu lalu langsung cocok secara ajaib”, tapi tentang pilihan sadar dan tindakan nyata dari dua orang yang sama-sama mau membangun hubungan. Jadi, meskipun kamu aktif mencari jodoh, kesiapan emosional dan mental tetap penting supaya hubungan itu bisa tumbuh dan berjalan sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sciencedaily.com, Researchgate