Logo Walt Disney Studios. (Facebook/WaltDisneyStudiosID).
INDOZONE.ID - Gelombang kecerdasan buatan yang kian merambah dunia kreatif kembali memantik perdebatan panjang.
Kali ini, sorotan tertuju pada YouTube yang menghapus sejumlah video berisi karakter Disney versi AI.
Langkah tersebut langsung mengangkat kembali isu lama yang belum tuntas, yakni batas antara kreativitas digital dan pelanggaran hak cipta.
Sejumlah konten yang sebelumnya beredar menampilkan tokoh-tokoh ikonik seperti Mickey Mouse, karakter Star Wars, hingga figur dari Marvel dan Pixar.
Visual yang dihasilkan teknologi AI itu sekilas tampak kreatif dan menghibur, namun di baliknya tersimpan persoalan hukum yang serius.
Baca juga: Kisah Perjalanan Cinta Perempuan Jepang yang Menikahi AI
Disney menilai penggunaan karakter-karakter tersebut tanpa izin sebagai bentuk pelanggaran atas kekayaan intelektual yang mereka miliki.
Penghapusan video oleh YouTube menjadi sinyal bahwa platform digital kini berada di posisi sulit.
Di satu sisi, AI membuka peluang besar bagi kreator konten untuk bereksperimen dan berinovasi.
Di sisi lain, kemudahan teknologi generatif justru memunculkan risiko penyalahgunaan karakter berhak cipta, terutama milik studio besar seperti Disney.
Isu ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan hiburan semakin waspada terhadap perkembangan AI.
Baca juga: Serem! Curhat Sama AI Bisa Bikin Kamu Lupa Dunia Nyata dan Hilang Akal
Karakter yang selama puluhan tahun dibangun sebagai identitas dan aset bisnis kini bisa “dihidupkan” ulang oleh mesin dalam hitungan detik.
Bagi Disney, hal tersebut bukan sekadar soal gambar atau video, melainkan perlindungan nilai ekonomi, reputasi, dan kendali atas cerita yang mereka ciptakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Techtimes.com