Ilustrasi orang yang dinaungi keberuntungan (freepik).
INDOZONE.ID - Siapa sih yang nggak pengen hidupnya penuh dengan luck alias keberuntungan?
Kamu mungkin sering lihat orang yang kayaknya selalu berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, sedangkan kamu merasa keberuntungan itu sesuatu yang misterius, susah dipahami, dan hanya milik sebagian orang saja.
Tapi pertanyaannya “apakah keberuntungan itu cuma soal nasib atau bisa dibentuk?”
Ternyata, menurut psikologi modern dan penelitian ilmiah, keberuntungan bukan semata-mata kebetulan semata.
Ada faktor mental, perilaku, dan strategi yang bisa mempengaruhi seberapa “beruntung” kita dalam hidup.
Baca juga: Aksi Nekat Bocah Garut Ini Jadi Sorotan, Tangkap Delapan Ular Demi Upah Rp50 Ribu
Di artikel ini kita bakal kupas tuntas mulai dari definisi keberuntungan sampai cara meningkatkan luck dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan yang realistis dan aplikatif.
Kalau sering dengar kata luck, biasanya diartikan sebagai kejadian tak terduga yang bawa hasil positif.
Misalnya tiba-tiba dapat peluang kerja, ketemu jodoh secara nggak sengaja, atau menang undian.
Tapi menurut psikologi, keberuntungan nggak sepenuhnya random atau cuma soal kebetulan.
Banyak ahli bilang, luck itu bisa dipengaruhi sama pola pikir dan kebiasaan kita sehari-hari.
Baca juga: Natal 2025 di Lereng Merbabu, Warga Lintas Iman Dusun Thekelan Jaga Tradisi Kebersamaan
Bahkan Dr. Richard Wiseman, psikolog asal Inggris yang terkenal dengan risetnya soal luck, bilang kalau orang yang merasa beruntung biasanya punya kebiasaan dan pola perilaku tertentu yang bikin mereka lebih sering nemuin peluang.
Memahami apakah keberuntungan bisa dibentuk emang nggak gampang. Banyak orang mikir luck itu cuma soal nasib atau hoki yang nggak bisa dikontrol.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber