Ilustrasi pasangan diam-diaman (Pexels/Vera Arsic)
INDOZONE.ID - Ngobrol dengan teman kerja sering terasa lebih mudah dibandingkan dengan pasangan, dan itu normal. Dengan orang yang tidak terlalu dekat secara emosional, batas bicara terasa jelas. Namun, saat perasaan terlibat, semuanya jadi lebih sensitif. Kita ingin merasa dekat sekaligus tetap punya ruang untuk menjadi diri sendiri dan di situlah tarik-ulur sering terjadi.
Karena itu, hubungan kadang terasa maju-mundur. Hari ini hangat dan penuh perhatian, besok pasangan mendadak lebih diam. Hal ini tidak selalu berarti ada masalah besar. Sering kali, itu hanyalah cara seseorang menata emosi dan kebutuhannya. Justru di momen seperti ini, obrolan ringan tentang hal sepele atau keseharian, punya peran penting untuk menjaga kedekatan tanpa membuat hubungan terasa menekan.
Baca juga: 5 Tanda Pasangan Gaslighting hingga Diam-diam Memutarbalikkan Kesalahan
Ada dua hal penting yang bisa membantu menghadapi pasangan yang mendadak diam tanpa drama berlebihan.
Saat pasangan tiba-tiba menarik diri, refleks kita biasanya langsung menyalahkan diri sendiri. “Aku salah apa?” atau “Dia sudah bosan, ya?” Padahal, diam tidak selalu berarti menjauh. Bisa jadi pasangan sedang capek secara emosional, takut salah bicara, atau belum siap mengungkapkan isi pikirannya.
Lucunya, ada orang yang bisa sangat terbuka kepada teman atau orang lain, tetapi justru sulit bicara dengan pasangannya sendiri. Bukan karena kurang peduli, melainkan karena berharap dimengerti tanpa harus menjelaskan panjang lebar. Ketika itu tidak terjadi, diam terasa jadi pilihan paling aman.
Kalau kita bisa melihat ini sebagai masalah yang ada di dalam dirinya bukan karena kita kurang baik, emosi jadi lebih stabil dan komunikasi pun lebih sehat.
Baca juga: Diam-Diaman dengan Pasangan Bukan Cara Tepat Selesaikan Masalah
Banyak orang berpikir kedekatan harus dibangun lewat obrolan serius, penuh air mata, dan pembahasan masa depan. Padahal, justru hal-hal kecil yang membuat hubungan terasa hangat. Ngobrol soal hari yang melelahkan, bercanda receh, atau bercerita hal random bisa membuat pasangan merasa nyaman dan aman.
Dari kebiasaan ngobrol ringan inilah rasa percaya tumbuh. Jika pondasinya sudah kuat, membahas topik besar pun jadi terasa lebih mudah dan tidak menakutkan.
Intinya, pasangan yang diam bukan berarti tidak cinta. Bisa jadi itu hanya jeda ruang untuk bernapas dan menata perasaan. Selama kita tidak langsung mengambilnya secara personal dan tetap menjaga komunikasi lewat hal-hal sederhana, hubungan bisa tetap dekat tanpa harus kehilangan ruang pribadi masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com