Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 08:00 WIB

Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Pengertian, Ciri-ciri, Contoh, serta Perbedaannya

Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Pengertian, Ciri-ciri, Contoh, serta PerbedaannyaIlustrasi guru yang mengajar di kelas. (freepik)

INDOZONE.ID - Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kemampuan memahami berbagai jenis kalimat menjadi keterampilan dasar yang sangat penting.

Salah satu materi yang sering dipelajari oleh siswa dari tingkat SD hingga SMA adalah kalimat langsung dan tidak langsung. 

Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung, mulai dari pengertian, ciri-ciri, aturan penulisan, hingga contoh kalimat langsung dan tidak langsung dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami oleh siswa.

Baca juga: Antonim dalam Bahasa Indonesia: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap

Pengertian Kalimat Langsung

Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Pengertian, Ciri-ciri, Contoh, serta PerbedaannyaIlustrasi guru mengajar di kelas. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Kalimat langsung adalah kalimat yang memuat ucapan seseorang yang disampaikan secara utuh dan apa adanya, tanpa mengalami perubahan susunan kata maupun makna. Ucapan tersebut ditulis sama persis seperti yang diucapkan oleh penuturnya.

Dalam teks tertulis, kalimat langsung ditandai dengan penggunaan tanda petik dua (“…”). Kalimat ini sering digunakan untuk menuliskan dialog dalam cerita pendek, novel, drama, maupun teks percakapan. 

Tujuan utamanya adalah agar pembaca dapat merasakan suasana percakapan secara lebih hidup.

Contoh kalimat langsung:

“Aku akan belajar lebih rajin mulai hari ini,” kata Dinda.

Pada contoh tersebut, ucapan Dinda ditulis sama persis tanpa perubahan, sehingga termasuk kalimat langsung.

Baca juga: Sawung Kampret, Komik Legendaris Indonesia yang Hadir dalam Bahasa Belanda

Fungsi Kalimat Langsung dalam Teks

Penggunaan kalimat langsung memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

1. Membuat dialog terasa lebih nyata dan ekspresif
2. Menunjukkan emosi dan karakter tokoh
3. Memperjelas maksud pembicaraan
4. Menghidupkan alur cerita dalam karya sastra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Brain Academy

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Pengertian, Ciri-ciri, Contoh, serta Perbedaannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!