Perempuan blasteran Kediri-Swiss dengan logat Jawa yang medok (Instagram @arsy_in_swiss).
INDOZONE.ID - Seorang anak perempuan blasteran Kediri-Swiss belakangan ini ramai diperbincangkan warganet.
Videonya saat meminta uang jajan kepada sang ibu menggunakan bahasa Jawa tersebar luas di media sosial.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @arsy_in_swiss pada Rabu (4/2/2026), anak perempuan berwajah bule tersebut terlihat fasih berbahasa Jawa dengan logat yang terdengar medok dan kental.
Dalam video tersebut, anak perempuan bernama Mirjeta tampak meminta uang jajan atau sangu kepada ibunya untuk menemui temannya, Yuanda.
Baca juga: Sering Capek Tanpa Alasan? Bisa Jadi Emosi Kamu Lagi Penuh, Ini Cara Resetnya
Sang ibu pun mengingatkan agar Mirjeta pulang ke rumah sesuai waktu yang telah ditentukan, yakni pukul 17.00 waktu setempat.
Untuk menuju tempat Yuanda, Mirjeta menggunakan transportasi umum berupa trem, yaitu kereta yang melintas di jalan raya atau jalan kota di Swiss.
Selama perjalanan, ia juga terlihat beberapa kali mengirimkan cium jauh kepada ibunya.
Jika ditelusuri lebih lanjut, Mirjeta dan ibunya diketahui merupakan influencer.
Hal ini terlihat dari jumlah pengikut di akun Instagram mereka yang telah mencapai ratusan ribu.
Baca juga: Berangkat Saat Subuh Demi Keluarga, Potret Perjuangan Ibu Pekerja Pasar Ini Tuai Perhatian Warganet
Hingga video tersebut beredar luas, tercatat telah ditonton lebih dari 8,8 juta kali, meraih 701 ribu likes, 7,4 ribu komentar, 12,4 ribu direpost, serta dibagikan sebanyak 53 ribu kali.
Respons netizen pun bermunculan. Banyak yang menyoroti momen ketika Mirjeta mengucapkan “matur suwun mami” yang dinilai mencerminkan anak Kediri original.
Tak sedikit pula warganet yang mempertanyakan aspek keamanan karena Mirjeta yang masih tergolong anak-anak bepergian sendirian menggunakan trem untuk bertemu temannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @arsy_in_swiss