Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 JULI 2026 • 17:15 WIB

Apa Itu Ukara Tanduk dalam Bahasa Jawa? Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat

Apa Itu Ukara Tanduk dalam Bahasa Jawa? Ciri-Ciri dan Contoh KalimatApa Itu Ukara Tanduk dalam Bahasa Jawa? Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat (freepik)

INDOZONE.ID - Saat mulai belajar bahasa Jawa, mungkin kamu akan menemukan berbagai jenis kalimat yang terdengar asing.

Salah satunya adalah ukara tanduk, yaitu jenis kalimat yang cukup sering dipelajari dalam materi bahasa Jawa.

Dalam bahasa Jawa, ukara tanduk merupakan kalimat yang memiliki konsep serupa dengan kalimat aktif dalam bahasa Indonesia.

Jenis kalimat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa subjek menjadi pelaku utama dalam suatu tindakan.

Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, hingga contoh kalimat ukara tanduk berikut ini.

Pengertian Ukara Tanduk

Ukara tanduk adalah kalimat aktif dalam bahasa Jawa. Pada jenis kalimat ini, jejer (subjek) berperan sebagai pelaku yang melakukan suatu tindakan atau pekerjaan.

Tindakan tersebut dinyatakan melalui wasesa (predikat) dan dapat diikuti lesan (objek).

Sederhananya, ukara tanduk digunakan untuk menjelaskan, subjek melakukan suatu aktivitas. 

Kata kerja yang digunakan umumnya berupa kata kerja aktif, baik yang diikuti objek maupun yang tidak.

Baca juga: Belajar Angka dalam Bahasa Jawa 1-100, Ngoko dan Krama serta Makna Filosofinya

Ciri-ciri Ukara Tanduk

Agar lebih mudah mengenalinya, berikut beberapa ciri-ciri ukara tanduk:

  • Subjek (jejer) menjadi pelaku, yaitu orang atau benda yang melakukan suatu tindakan.
  • Menggunakan tembung kriya tanduk, yaitu kata kerja aktif pada wasesa (predikat), seperti maca (membaca), nulis (menulis), masak (memasak), atau nyapu (menyapu).
  • Kalimat menunjukkan adanya suatu kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh subjek.
  • Bisa memiliki objek (lesan) atau tidak, tergantung pada kata kerja yang digunakan.
  • Makna kalimat bersifat aktif, sehingga subjek melakukan tindakan secara langsung, bukan menjadi pihak yang dikenai tindakan.

Pembagian Ukara Tanduk

Ukara tanduk dibagi menjadi dua jenis berdasarkan keberadaan objeknya:

1. Ukara Tanduk Mawa Lesan (Kalimat Aktif Transitif)

Kalimat aktif yang harus diikuti oleh lesan (objek) agar maknanya menjadi jelas dan utuh.

  • Rumus: Jejer (J) + Wasesa (W) + Lesan (L)

2. Ukara Tanduk Tanpa Lesan (Kalimat Aktif Intransitif)

Kalimat aktif yang tidak membutuhkan lesan (objek). Kalimat ini biasanya hanya diakhiri oleh predikat atau ditambah dengan katrangan (keterangan).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Adjar.grid.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa Itu Ukara Tanduk dalam Bahasa Jawa? Ciri-Ciri dan Contoh Kalimat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!