INDOZONE.ID - Pernahkah Anda melihat seseorang yang sangat cerdas, lulusan universitas ternama, namun kariernya mandek karena ia sulit diajak bekerja sama? Atau sebaliknya, seseorang dengan kemampuan teknis yang biasa-biasa saja justru melesat menjadi pemimpin karena ia selalu positif, mau belajar, dan menghargai rekan kerjanya? Fenomena ini sering kita jumpai di dunia nyata dan bermuara pada satu kata kunci: Attitude. Lantas, benarkah attitude lebih menentukan kesuksesan daripada sekadar kecerdasan otak semata?
Di era modern di mana persaingan semakin ketat, keterampilan teknis (hard skill) memang menjadi syarat mutlak. Namun, hal itu tidak lagi cukup. Memahami apa itu attitude adalah langkah pertama untuk mengevaluasi diri dan beradaptasi di lingkungan sosial maupun profesional. Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian attitude dari sudut pandang psikologi, perbedaannya dengan kepribadian dan akhlak, hingga alasan mengapa perusahaan lebih suka mempekerjakan karakter ketimbang sekadar bakat.
Secara etimologis, kata attitude diserap dari bahasa Inggris, yang berakar dari bahasa Latin aptitudo, berarti "kecocokan" atau "kesesuaian". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), padanan kata yang paling mendekati adalah sikap atau perilaku.
Secara umum, attitude adalah cara seseorang memandang, berpikir, dan merespons suatu situasi, objek, atau orang lain, yang kemudian tercermin dalam perilaku nyata. Ia bukan sekadar tindakan spontan, melainkan hasil dari pola pikir (mindset) yang tertanam lama.
Ahli psikologi sosial terkemuka, Gordon Allport, mendefinisikan attitude sebagai:
"Kesiapan mental dan saraf yang diatur melalui pengalaman, yang memberikan pengaruh dinamis atau terarah pada respons individu terhadap semua objek dan situasi yang terkait dengannya."
Sederhananya, attitude adalah "kacamata" yang kita gunakan untuk melihat dunia. Jika kacamata itu bersih (positif), dunia akan terlihat cerah. Jika kacamata itu kotor (negatif), segala sesuatu akan tampak buram dan menyebalkan.
Baca juga: Jenis-jenis Pelamar Kerja yang Tak Punya Sopan Santun, Kirim Salam 'P' dan Hina HRD
Dalam ilmu psikologi, konsep sikap telah lama menjadi subjek penelitian utama. Salah satu bapak psikologi kepribadian, Gordon Allport (1935), mendefinisikan sikap sebagai "kondisi kesiapan mental dan saraf, yang diatur melalui pengalaman, yang memberikan pengaruh langsung atau dinamis pada respons individu terhadap semua objek dan situasi yang berhubungan dengannya."
Psikolog modern membedah attitude adalah sebuah konstruksi yang terdiri dari tiga komponen utama, yang sering disebut sebagai Model ABC (Affective, Behavioral, Cognitive):
Keseimbangan dari ketiga elemen inilah yang membentuk attitude seseorang menjadi utuh.
Pernahkah Anda mendengar riset legendaris dari Carnegie Institute of Technology? Penelitian tersebut mengungkapkan fakta mengejutkan:
"85% kesuksesan finansial seseorang disebabkan oleh kepribadian dan kemampuan berkomunikasi, negosiasi, serta memimpin (soft skill/attitude). Hanya 15% yang disebabkan oleh pengetahuan teknis (hard skill)."
Data ini menegaskan bahwa di dunia kerja modern, attitude adalah mata uang yang paling berharga. Berikut alasannya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: KBBI, Berbagai Sumber