Apa Itu Teknik Pointilis? Pengertian, Sejarah, Ciri, Tokoh, dan Contohnya (Youtube/ Pragiva Muscaya)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu melihat sebuah lukisan yang dari jauh tampak sangat halus dan penuh warna, namun ketika didekati ternyata hanya terdiri dari ribuan titik-titik kecil yang terpisah? Itulah keajaiban Teknik Pointilis.
Teknik ini sangat unik karena tidak menggunakan sapuan kuas seperti lukisan pada umumnya, melainkan mengandalkan kumpulan titik yang dibuat secara teliti dan konsisten. Semakin banyak dan rapat titik yang digunakan, maka hasil gambar akan terlihat lebih detail dan realistis.
Pointilis berasal dari bahasa Prancis pointiller yang berarti “menitik”. Teknik pointilis adalah teknik melukis yang menggunakan titik-titik kecil dengan berbagai warna untuk membentuk sebuah gambar.
Secara sederhana, teknik pointilis merupakan teknik seni rupa dua dimensi yang membuat gambar dari kumpulan titik-titik kecil. Titik-titik tersebut dapat dibuat menggunakan berbagai alat seperti kuas kecil, spidol, atau ujung pensil.
Dalam teknik ini, seniman tidak mencampur warna secara langsung di palet, melainkan menempatkan titik-titik warna yang berbeda secara berdekatan di atas media lukis. Warna-warna tersebut kemudian akan tampak menyatu ketika dilihat dari jarak tertentu.
Fenomena ini disebut optical mixing atau pencampuran optik, yaitu proses di mana mata manusia secara alami mencampur warna-warna yang berdekatan. Misalnya, titik-titik biru yang ditempatkan di samping titik-titik kuning akan terlihat sebagai warna hijau ketika dilihat dari kejauhan.
Baca juga: 8 Prinsip Seni Rupa Lengkap Beserta Penjelasannya
Teknik pointilis mulai berkembang pada akhir abad ke-19 di Prancis. Teknik ini merupakan bagian dari aliran seni yang disebut Neo-Impresionisme.
Teknik ini pertama kali dikembangkan oleh seorang pelukis bernama Georges Seurat sekitar tahun 1880-an. Ia menggunakan teknik ini untuk menciptakan lukisan yang lebih ilmiah dan terstruktur berdasarkan teori warna.
Salah satu karya terkenal yang menggunakan teknik pointilis adalah lukisan berjudul A Sunday Afternoon on the Island of La Grande Jatte. Lukisan tersebut dibuat sepenuhnya dari titik-titik kecil yang jika dilihat dari jauh membentuk gambar manusia dan pemandangan taman.
Setelah Georges Seurat, teknik ini juga dikembangkan oleh rekannya yang juga seorang, Paul Signac, Seurat mengembangkan teori warna yang didasarkan pada ilmu optik dan persepsi visual, yang kemudian dikenal sebagai Divisionisme.
Berikut adalah ciri-ciri utama teknik pointilis yang membedakannya dari teknik lukis lainnya:
Teknik pointilis menggunakan titik-titik kecil sebagai unsur utama untuk membentuk gambar. Titik-titik tersebut disusun hingga membentuk objek tertentu.
Teknik ini tidak mengandalkan garis atau sapuan kuas seperti teknik lukis pada umumnya, melainkan menggunakan kumpulan titik untuk membentuk bentuk dan detail.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Deepublishstore.com