Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 MARET 2026 • 21:29 WIB

Founder Neo Historia Ungkap Fakta Dari Rumor Simpang Siur Soal Transparasi Dana yang Sempat Viral

Founder Neo Historia Ungkap Fakta Dari Rumor Simpang Siur Soal Transparasi Dana yang Sempat ViralDaniel Limantoro, pendiri dari Neo Historia Indonesia. (Instagram/daniellim7)

INDOZONE.ID - Menanggapi artikel yang dimuat oleh Indozone beberapa waktu lalu berjudul “Viral Neo Historia Dirujak Netizen Karena Minta Donasi, Diduga Ada Kejanggalan”, pihak Neo Historia Indonesia melalui CEO-nya, Daniel Limantara, akhirnya menyampaikan hak jawab dan klarifikasi resmi kepada Indozone beberapa waktu lalu.

Klarifikasi ini disampaikan untuk memberikan sudut pandang yang lebih utuh atas polemik penggalangan dana yang sempat menjadi perbincangan publik.

Penggunaan Istilah “Donasi” Diakui Keliru

Dalam penjelasannya, Daniel mengakui bahwa penggunaan istilah “donasi” dalam penggalangan dana saat itu merupakan kesalahan.

Baca juga: Nasib Naskah Sumber Primer Kritis, Sejarah Kerajaan Demak Bintoro Terancam

"Ya, kami mngaui penggunaan diksi 'Donasi' itu keliru. Harusnya memang dukungan," kata Daniel.

Menurut pihak mereka, sebagai entitas berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT), istilah yang lebih tepat seharusnya adalah “dukungan” atau “kontribusi”. Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui platform Trakteer, yang pada dasarnya menyediakan akses konten eksklusif bagi para pendukung.

Dengan demikian, Neo Historia menegaskan bahwa mekanisme tersebut bukanlah donasi murni, melainkan bentuk transaksi berbasis dukungan terhadap kreator.

Penggunaan Dana dan Tanggung Jawab

Terkait dana yang dihimpun, Neo Historia menyatakan bahwa seluruh dana digunakan untuk memenuhi kewajiban perusahaan, biaya operasional, serta menjaga keberlangsungan media agar tetap berjalan sebagai media sejarah yang independen.

Mereka juga mengakui masih adanya kewajiban yang belum sepenuhnya terselesaikan, seperti pengiriman buku dan sertifikat kepada kontributor. Kendala logistik dan komunikasi disebut sebagai penyebab utama keterlambatan tersebut.

Founder Neo Historia Ungkap Fakta Dari Rumor Simpang Siur Soal Transparasi Dana yang Sempat ViralKlarifkasi Neo Historia di platform X (X/neohistoria_id)

"Dana yang terkumpul dari dukungan di https://trakteer.id/neohistoria telah digunakan untuk membayar kewajiban-kewajiban perusahaan, biaya operasional, dan kebutuhan media agar Neo Historia Indonesia tetap dapat berfungsi sebagai media Sejarah yang independen dan merdeka," tambahnya.

Baca juga: Penumpang KRL yang Viral karena Tumbler Tuku Hilang Kini Dipecat! Ini Klarifikasi Perusahaannya

Tanggapan atas Tuduhan yang Beredar

Dalam klarifikasinya, pihak Neo Historia membantah sejumlah tuduhan yang beredar di publik, termasuk isu terkait kepemilikan apartemen oleh pihak internal.

Mereka menegaskan bahwa para pendiri tidak memiliki maupun tinggal di apartemen, dan hingga saat ini masih tinggal di rumah kos. Pernyataan ini disampaikan sebagai bantahan terhadap narasi yang dinilai tidak sesuai fakta.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Founder Neo Historia Ungkap Fakta Dari Rumor Simpang Siur Soal Transparasi Dana yang Sempat Viral

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!