Ilustrasi love bombing yang perlu diwaspadai (Freepik)
INDOZONE.ID - Di awal pendekatan, perhatian yang datang terus-menerus memang terasa menyenangkan. Dia rajin menghubungi, sering memberi pujian, bahkan tiba-tiba mengirim hadiah atau membicarakan masa depan, meski hubungan masih sangat baru.
Banyak orang melihat hal seperti ini sebagai tanda keseriusan. Seolah-olah akhirnya bertemu orang yang benar-benar niat.
Padahal, tidak semua perhatian berarti tulus.
Dalam beberapa kondisi, sikap yang terlalu intens sejak awal justru bisa mengarah ke love bombing, yaitu cara mendekati seseorang dengan limpahan perhatian agar cepat tercipta kedekatan emosional.
Masalahnya, pola ini sering terlihat manis di luar. Padahal, di balik itu bisa ada dorongan untuk mengatur hubungan sesuai keinginan satu pihak.
Tanda yang cukup jelas biasanya muncul saat kamu mencoba membuat batasan.
Misalnya, kamu ingin semuanya berjalan pelan, belum siap terlalu serius, atau sekadar butuh waktu sendiri. Orang yang menghargai kamu umumnya akan memahami hal tersebut.
Sebaliknya, ada juga yang justru menunjukkan reaksi tidak nyaman. Bisa jadi mereka terus menghubungi, memaksa bertemu, atau membuat kamu merasa bersalah.
Awalnya terlihat seperti peduli: menanyakan kabar, ingin tahu aktivitas, atau memastikan kamu baik-baik saja.
Namun, kalau berlebihan, hal ini bisa berubah jadi tekanan. Kamu merasa harus selalu tersedia, takut membuatnya kesal, atau tidak enak jika tidak merespons cepat.
Lama-lama, ruang pribadi terasa menyempit.
Pada beberapa kasus, ada orang yang tidak nyaman saat keinginannya tidak diikuti.
Ketika kamu menolak ajakan atau membatasi komunikasi, reaksinya bisa berubah. Dari yang awalnya hangat, menjadi lebih menuntut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com