Ilustrasi love bombing menurut psikolog (Freepik)
INDOZONE.ID - Di era media sosial dan budaya kencan yang serba cepat, perhatian berlebihan sering dianggap sebagai tanda cinta yang tulus. Mendapat pesan setiap saat, pujian tanpa henti, hingga janji manis memang terdengar seperti kisah romantis yang diidamkan banyak orang.
Apalagi jika semua itu terjadi di awal masa pendekatan. Banyak yang langsung merasa telah menemukan pasangan yang serius.
Namun, tidak semua perhatian intens berarti cinta yang sehat.
Di balik sikap yang terlihat manis, bisa saja ada pola manipulasi emosional yang dikenal sebagai love bombing. Fenomena ini semakin sering dibahas karena banyak orang baru menyadarinya setelah hubungan terasa melelahkan.
Love bombing adalah kondisi ketika seseorang memberi perhatian, kasih sayang, pujian, hadiah, atau janji secara berlebihan dalam waktu singkat agar orang lain cepat merasa terikat.
Pelaku biasanya membuat korbannya merasa sangat dicintai dalam waktu singkat. Mereka bisa terus menghubungi, membicarakan masa depan, atau membuat hubungan terasa berjalan terlalu cepat.
Sekilas terlihat romantis, tetapi pola ini bisa berubah menjadi bentuk kontrol emosional.
Setelah kedekatan terbentuk, sikap pelaku dapat berubah. Mereka bisa menjadi lebih menuntut, posesif, atau justru mengurangi perhatian secara tiba-tiba, sehingga membuat pasangannya bingung.
Salah satu tanda yang sering diabaikan adalah munculnya rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan.
Di satu sisi, kamu merasa senang karena diperlakukan sebagai prioritas. Namun, di sisi lain, ada perasaan bahwa semuanya berjalan terlalu cepat.
Beberapa hal yang mungkin dirasakan:
Perasaan seperti ini sebaiknya tidak diabaikan. Dalam hubungan yang sehat, rasa aman biasanya lebih dominan daripada rasa cemas.
Love bombing sering tersamarkan oleh gambaran romansa yang tidak realistis di film atau media sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline.com