Ilustrasi hubungan yang terancam kandas. (freepik)
INDOZONE.ID - Hubungan asmara nggak selalu berjalan mulus seperti di film romantis. Ada kalanya pasangan mulai sering bertengkar, komunikasi terasa dingin, sampai kepercayaan perlahan hancur karena kebohongan atau kesalahan yang sulit dilupakan.
Di titik ini, banyak orang langsung berpikir hubungan mereka sudah tamat. Padahal, relationship yang sedang rusak belum tentu benar-benar berakhir — asal kedua belah pihak masih punya niat untuk memperbaikinya.
Menurut pakar hubungan Kraushaar, ada satu langkah penting yang sering diabaikan pasangan saat hubungan mulai retak, yaitu radical transparency atau keterbukaan secara total.
Lalu, bagaimana cara melakukannya?
Baca juga: Awas! LDR Berbiaya Tinggi Bisa Bikin Hubungan Kalian Kandas
Banyak pasangan memilih diam saat merasa kecewa, marah, atau terluka. Mereka menahan semuanya karena takut memicu konflik yang lebih besar. Padahal, kebiasaan memendam emosi justru bisa menjadi bom waktu dalam hubungan.
Rasa kesal yang terus ditumpuk lama-lama berubah jadi jarak emosional. Dari yang awalnya hanya masalah kecil, bisa berkembang menjadi konflik besar yang sulit diperbaiki. Karena itu, Kraushaar menyarankan pasangan untuk mulai jujur tentang apa yang sebenarnya dirasakan.
Ungkapkan hal-hal yang membuat kamu sakit hati, kecewa, atau merasa diabaikan — meski terkadang terdengar sepele atau terasa memalukan untuk diakui.
Baca juga: Contoh Hutan Produksi di Indonesia dan Penjelasan Lengkapnya
Jika kamu adalah pihak yang membuat pasangan kehilangan kepercayaan, kejujuran juga harus dimulai dari diri sendiri. Coba tanyakan pada diri sendiri alasan di balik kesalahan tersebut, misalnya:
“Apakah itu hanya keputusan impulsif sesaat?”
“Apakah kamu sedang merasa tertekan?”
“Atau sebenarnya kamu sedang mencari jalan keluar dari hubungan yang sudah lama terasa tidak sehat?”
Memahami akar masalah bisa membantu seseorang berubah dan mencegah kesalahan serupa terjadi lagi di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline