Ilustrasi pasangan tengah bertengkar. (freepik)
INDOZONE.ID - Konflik dalam hubungan itu wajar. Tapi yang bikin hubungan makin retak ternyata bukan selalu karena masalah besar seperti perselingkuhan atau kebohongan.
Justru, ada kebiasaan kecil yang sering dilakukan banyak pasangan saat bertengkar dan tanpa sadar bisa memperparah keadaan: sibuk menyiapkan balasan saat pasangan masih berbicara.
Bukannya mendengar untuk memahami, banyak orang malah mendengar untuk menyerang balik. Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, hubungan bisa makin penuh drama dan berujung renggang.
Baca juga: Bacaan Tawasul Lengkap Arab Latin dan Terjemahan untuk Panduan Tahlilan
Pernah nggak saat pasangan curhat atau menyampaikan keluhannya, kamu justru sibuk menyusun kalimat di kepala untuk membela diri?
Kalau iya, itu tanda kamu sebenarnya nggak benar-benar mendengarkan.
Seorang psikoterapis bernama Joanna Czajkowska mengungkapkan bahwa kebiasaan menyiapkan bantahan saat lawan bicara belum selesai bicara menunjukkan seseorang sedang berada dalam mode defensif. Artinya, fokusmu bukan memahami pasangan, melainkan mencari cara agar terlihat benar.
Sekilas, memenangkan argumen mungkin terasa memuaskan. Kamu merasa berhasil membuktikan bahwa kamu benar dan pasangan salah. Tapi dalam hubungan asmara, kemenangan seperti itu sering kali cuma sementara.
Baca juga: Aamiin Ya Rabbal Alamin Arab: Tulisan, Arti, dan Cara Mengucapkannya dengan Benar
Menurut Czajkowska, saat salah satu pasangan merasa kalah dalam pertengkaran, efeknya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Rasa kesal, kecewa, jarak emosional, hingga dendam kecil bisa terus menumpuk dari waktu ke waktu.
Jika dibiarkan, hubungan yang awalnya baik-baik saja bisa berubah jadi penuh ketegangan. Pada akhirnya, nggak ada pihak yang benar-benar menang.
Kalau pasangan terluka karena merasa tidak didengar, kamu juga akan merasakan dampaknya dalam hubungan tersebut.
Baca juga: Hubungan Hancur Karena Banyak Masalah? Jangan Sedih Dulu, Cara Ini Bisa Jadi Penyelamat!
Daripada fokus mencari jawaban paling tajam saat bertengkar, coba mulai belajar mendengarkan secara aktif. Biarkan pasangan menyelesaikan ucapannya tanpa dipotong. Pahami apa yang sebenarnya mereka rasakan, lalu respons dengan kepala dingin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline