Ilustrasi payudara megendur setelah melahirkan. (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak perempuan merasa bentuk payudaranya berubah setelah hamil dan melahirkan. Payudara yang dulu terasa lebih kencang bisa terlihat lebih turun, kendur, atau tidak sepadat sebelumnya.
Kondisi ini sering membuat sebagian ibu bertanya-tanya: “Apakah menyusui jadi penyebab utamanya?”
Faktanya, perubahan bentuk payudara setelah kehamilan lebih sering dipicu oleh perubahan yang terjadi selama masa hamil itu sendiri.
Saat hamil, tubuh mengalami lonjakan hormon yang mempersiapkan proses menyusui. Salah satu efek paling terlihat adalah ukuran payudara yang meningkat.
Baca juga: Kebiasaan Ini Bisa Bikin Payudara Cepat Kendur, Banyak Wanita Salah Kaprah!
Jaringan payudara membesar karena tubuh mulai memproduksi lebih banyak jaringan susu, lemak, dan cairan untuk mendukung kebutuhan bayi setelah lahir.
Perubahan ukuran ini bisa terjadi cukup cepat, terutama saat trimester awal hingga akhir kehamilan.
Karena ukuran payudara bertambah, kulit dan jaringan penyangga di sekitarnya ikut meregang. Ligamen yang membantu menopang payudara, termasuk ligamen Cooper, dapat menjadi lebih longgar akibat peregangan tersebut.
Ketika ukuran payudara kembali mengecil setelah melahirkan atau setelah masa menyusui selesai, jaringan yang sudah meregang terkadang tidak sepenuhnya kembali seperti semula. Inilah yang membuat payudara bisa terlihat lebih kendur.
Baca juga: Sering Tidur Pakai Bra Biar Payudara Nggak Kendur? Faktanya Ini Bisa Bikin Kamu Kaget!
Banyak orang menyalahkan aktivitas menyusui sebagai alasan utama payudara kendur. Padahal, perubahan bentuk payudara biasanya sudah dimulai sejak masa kehamilan karena perubahan hormon dan pembesaran jaringan.
Selain kehamilan, faktor lain juga dapat memengaruhi bentuk payudara setelah melahirkan, seperti:
Baca juga: Apakah Boleh Makan Daging Kurban Sendiri? Simak Hukumnya
Setiap wanita bisa mengalami perubahan yang berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline