Ilustrasi sport bra. (freepik)
INDOZONE.ID - Olahraga rutin memang identik dengan gaya hidup sehat. Banyak orang semangat lari pagi, ikut kelas HIIT, sampai latihan kardio demi tubuh lebih fit dan ideal.
Tapi ternyata, ada satu kebiasaan kecil yang sering diabaikan banyak perempuan saat olahraga, padahal efeknya bisa bikin panik belakangan: workout tanpa sport bra yang tepat.
Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan ini ternyata bisa mempengaruhi bentuk payudara dalam jangka panjang.
Saat kamu melakukan olahraga berdampak tinggi seperti lari, jumping jacks, skipping, zumba, atau HIIT, area dada ikut bergerak cukup intens.
Baca juga: Kebiasaan Ini Bisa Bikin Payudara Cepat Kendur, Banyak Wanita Salah Kaprah!
Tanpa support yang memadai, payudara bisa memantul berulang kali ke berbagai arah. Gerakan berulang ini lama-lama dapat memberi tekanan pada ligamen Cooper, yaitu jaringan yang membantu menopang bentuk payudara.
Jika ligamen tersebut terus-terusan tertarik dan meregang, elastisitasnya bisa menurun. Dampaknya, payudara berisiko terlihat turun atau kendur lebih cepat dari seharusnya.
Banyak yang belum tahu kalau payudara bukan terdiri dari otot.
Area ini sebagian besar tersusun dari jaringan lemak, kelenjar, dan ligamen pendukung. Karena tidak memiliki otot yang kuat untuk menahan gerakan ekstrim, payudara jadi lebih rentan mengalami perubahan bentuk jika tidak dijaga dengan baik saat beraktivitas fisik.
Baca juga: Sering Tidur Pakai Bra Biar Payudara Nggak Kendur? Faktanya Ini Bisa Bikin Kamu Kaget!
Inilah alasan kenapa penggunaan sport bra bukan sekadar pelengkap outfit gym, tapi kebutuhan penting.
Pemilihan sport bra juga nggak bisa asal.
Untuk olahraga ringan seperti yoga, stretching, atau pilates, kamu bisa menggunakan bra dengan dukungan ringan hingga sedang.
Namun jika aktivitasmu melibatkan banyak lompatan atau gerakan intens seperti running, aerobik, tenis, atau HIIT workout, sebaiknya pilih sport bra dengan high support agar area dada tetap stabil dan nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline