Ilustrasi Dampak Broken Home terhadap Anak. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kondisi keluarga memang memiliki pengaruh besar untuk tumbuh kembang anak. Jika rumah sering dipenuhi konflik atau orang tua berpisah, anak sering jadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Situasi broken home bukan hanya soal hubungan orang tua yang renggang, tapi juga bisa memengaruhi mental, emosi, sampai perilaku anak sehari-hari.
Baca juga: 6 Cara Menghadapi Cewek PMS, Jangan Bikin Moodnya Makin Berantakan!
Nah, berikut beberapa dampak broken home yang sering dialami anak.
Anak biasanya merasa kehilangan perhatian atau kehadiran salah satu orang tua,, yang bisa membuat anak jadi lebih sering sedih, merasa sendiri, atau bingung harus cerita ke siapa.
Tidak sedikit juga anak yang akhirnya lebih memilih memendam perasaannya sendiri.
Jika suasana rumah sering penuh pertengkaran, kondisi emosi anak juga bisa ikut terganggu. Anak jadi mudah marah, cemas, stres, sensitif, bahkan lebih pendiam dari biasanya.
Baca juga: 5 Framework Kreatif yang Bisa Bikin Ide Kamu Nggak Stuck Lagi!
Beberapa anak sering merasa dirinya jadi penyebab masalah di rumah dan pikiran seperti itu bisa membuat anak jadi kurang percaya diri.
Masalah keluarga sering ikut memengaruhi kondisi anak di sekolah. Karena pikirannya bercampur, anak jadi susah fokus belajar, semangat sekolah menurun, atau lebih sering melamun saat di kelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Siapnikah.org