Ilustrasi berhenti merokok (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang berlomba-lomba menjalani gaya hidup sehat demi umur panjang. Mulai dari rutin olahraga, minum vitamin setiap hari, ikut pola makan tertentu, sampai rela mengeluarkan uang besar untuk produk kesehatan.
Tapi ironisnya, ada satu kebiasaan buruk yang masih terus dipertahankan banyak orang padahal dampaknya sangat fatal bagi kesehatan: merokok.
Kebiasaan ini sering dianggap biasa karena efeknya tidak selalu terasa saat itu juga. Banyak perokok merasa tubuh mereka baik-baik saja, tetap bisa beraktivitas normal, bahkan merasa rokok membantu mengurangi stres. Padahal dibalik itu, rokok perlahan merusak tubuh tanpa disadari.
Baca juga: Bahaya Kecanduan Gadget bagi Kesehatan Fisik dan Mental Anak, Jangan Sepelekan!
Dalam satu batang rokok, terdapat ribuan bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa di antaranya bahkan bersifat racun dan bisa memicu penyakit serius.
Nikotin membuat seseorang mudah kecanduan dan sulit berhenti. Sementara tar dapat menumpuk di paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Ada juga karbon monoksida yang mengurangi kadar oksigen dalam darah sehingga organ tubuh tidak bekerja secara optimal.
Belum lagi kandungan zat kimia lain yang dapat memicu kerusakan sel dalam tubuh dalam jangka panjang.
Baca juga: 6 Dampak Buruk Makanan Cepat Saji bagi Anak, Orang Tua Jangan Sampai Abai!
Merokok sudah lama dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis yang berbahaya. Mulai dari kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, hingga Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Tak hanya itu, perokok juga lebih rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit.
Yang lebih mengkhawatirkan, dampak buruk ini bukan hanya dialami perokok aktif. Orang-orang di sekitar yang sering menghirup asap rokok atau menjadi perokok pasif juga memiliki risiko kesehatan yang tidak kalah serius.
Baca juga: Donor Darah Jadi Bagian Budaya Kerja, PNM Dorong Kepedulian Sosial di Tengah Dunia Profesional
Kabar baiknya, tubuh memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri ketika seseorang berhenti merokok.
Dalam waktu sekitar 20 menit setelah berhenti merokok, detak jantung dan tekanan darah mulai kembali stabil. Dan beberapa minggu hingga bulan setelahnya, sirkulasi darah menjadi lebih baik dan fungsi paru-paru perlahan meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com