Ilustrasi hubungan yang menjelang kandas. (freepik)
INDOZONE.ID - Niat hati cuma mau jadi orang baik, eh ujung-ujungnya malah capek sendiri. Percaya atau nggak, banyak orang ternyata terjebak dalam hubungan yang nggak sehat tanpa mereka sadari. Bukan cuma soal pacaran, tapi juga pertemanan, lingkungan kerja, bahkan hubungan sehari-hari yang kelihatannya normal-normal aja. Awalnya mungkin terasa biasa. Kamu sering bantu, selalu ada saat dibutuhkan, dan nggak enakan buat nolak. Tapi lama-lama, semuanya terasa berat sebelah. Kamu terus ngasih waktu, tenaga, bahkan perhatian, sementara orang itu cuma datang saat ada maunya.
Kalau dibiarkan terus, kondisi seperti ini bisa bikin mental terkuras pelan-pelan. Nah, sebelum makin terjebak, coba cek tanda-tanda berikut. Siapa tahu selama ini kamu sebenarnya cuma sedang dimanfaatkan.
Pola ini sering banget terjadi, tapi banyak orang terlambat menyadarinya. Saat mereka punya masalah, butuh bantuan, atau lagi kesusahan, nama kamu langsung muncul paling depan. Chat mendadak intens, telepon nggak berhenti, dan kamu dicari terus.
Tapi giliran kamu yang lagi “down”? Mereka hilang entah ke mana.
Hubungan sehat nggak seharusnya cuma aktif saat satu pihak sedang butuh sesuatu. Kalau keberadaanmu cuma dicari ketika mereka perlu bantuan, itu patut dipertanyakan.
Baca juga: Dia Cuma Muncul Saat Butuh Kamu? Waspada, Ini Tanda Kamu Lagi “Dimanfaatkan” Temanmu!
Ini salah satu red flag yang paling sering diabaikan. Karena kamu terbiasa membantu, mereka mulai menganggap semua itu sebagai hal yang “wajar”. Lama-lama, nggak ada lagi rasa sungkan, apalagi ucapan terima kasih.
Parahnya, ketika suatu saat kamu nggak bisa membantu, mereka malah terlihat kecewa atau marah. Padahal, membantu itu pilihan, bukan kewajiban.
Kamu juga punya energi yang terbatas. Nggak ada manusia yang bisa terus memberi tanpa merasa lelah.
Orang yang suka memanfaatkan biasanya pintar memainkan situasi. Mereka tahu kamu sulit menolak, jadi rasa nggak enakan itu terus dipakai untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Bahkan kadang, mereka bikin kamu merasa bersalah hanya karena mencoba bilang “nggak”. Akhirnya kamu mengalah lagi, bantu lagi, capek lagi.
Kalau setiap penolakan selalu bikin kamu merasa jadi orang jahat, bisa jadi hubungan itu memang sudah nggak sehat.
Ilustrasi dimanfaatin orang terdekat. (Magnific)
Coba perhatikan perasaanmu setelah ngobrol atau bertemu dengan orang tersebut. Apakah kamu merasa lega dan nyaman? Atau justru stres, lelah, dan emosimu terkuras?
Hubungan yang sehat biasanya bikin seseorang merasa didukung, bukan malah terbebani terus-menerus. Kalau setiap interaksi terasa seperti “menguras baterai hidup”, mungkin ada yang salah dengan hubungan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com