Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 01 MEI 2026 • 20:05 WIB

Dia Cuma Muncul Saat Butuh Kamu? Waspada, Ini Tanda Kamu Lagi “Dimanfaatkan” Temanmu!

Dia Cuma Muncul Saat Butuh Kamu? Waspada, Ini Tanda Kamu Lagi “Dimanfaatkan” Temanmu!Ilustrasi teman yang suka memanfaatkan pertemanan. (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu ngerasa ada orang yang tiba-tiba super dekat saat butuh sesuatu, tapi langsung hilang begitu urusannya selesai?

Awalnya terasa seperti teman baik. Sering chat, sering curhat, bahkan bikin kamu merasa “akhirnya ada yang ngerti aku”. Tapi lama-lama kamu sadar satu hal aneh: setiap obrolan selalu berputar ke dia lagi. Selalu.

Selamat, kamu mungkin lagi berhadapan dengan tipe “teman pemanis hidup” — yang cuma hadir saat hidupnya butuh bantuan, tapi menghilang saat kamu yang butuh ditolong.

Baca juga: Bukan Sekedar Peliharaan! Ini Alasan Hewan di Rumah Bisa “Menyelamatkan” Mental Pemiliknya

Selalu Jadi “Pusat Cerita”, Kamu Cuma Figuran

Tipe teman seperti ini punya pola yang cukup gampang dikenali. Mereka bisa ngobrol panjang lebar tentang masalah hidupnya, drama kantor, sampai hal-hal kecil yang sebenarnya nggak terlalu penting — tapi dibungkus seolah dunia harus ikut peduli.

Giliran kamu mulai cerita? Responsnya cepat berubah jadi: “Hmm gitu ya… eh tapi aku juga tadi…”

Dan boom! Percakapan balik lagi ke mereka.

Kalaupun mereka bertanya tentang kamu, biasanya cuma formalitas: “Gimana kamu?”

Habis itu? Ya lanjut lagi ke cerita mereka sendiri.

Baca juga: Berapa Banyak Air yang Perlu Diminum saat Haji? Ini Penjelasannya

Datang Saat Butuh, Hilang Saat Kamu Sulit

Lebih bikin capeknya lagi, mereka tipe yang muncul cuma di waktu tertentu. Biasanya saat lagi butuh bantuan, lagi butuh tempat curhat, atau lagi butuh solusi cepat.

Tapi ketika kamu yang sedang jatuh, capek, atau butuh didengar? Tiba-tiba sepi. Hilang. Tidak ada jejak.

Di titik ini, hubungan terasa nggak seimbang. Kamu terus memberi energi, tapi nggak pernah benar-benar “diisi balik”.

Baca juga: Studi: Tak Mau Ketinggalan Gol, 82% Penonton Bola Andalkan Pesan Makanan Online

Bukan Sekadar “Egois”, Tapi Bisa Menguras Emosi

Masalahnya, tipe pertemanan seperti ini sering nggak langsung terasa beracun di awal. Justru awalnya terlihat menyenangkan, intens, bahkan terasa “dekat banget”.

Tapi lama-lama, kamu mulai capek sendiri. Merasa nggak benar-benar didengar. Merasa jadi tempat sampah emosi orang lain, tanpa ruang yang sama untuk dirimu sendiri.

Dan itu pelan-pelan menguras energi mental.

Baca juga: Kenali Perbedaan Introvert dan Pemalu agar Tidak Salah Menilai

Teman Sehat Itu Bukan yang Sempurna, Tapi Seimbang

Biar nggak salah paham, teman yang baik bukan berarti harus selalu hadir 24/7 atau selalu punya jawaban.

Tapi ada satu hal penting: keseimbangan.

Teman yang sehat itu adalah seseorang yang mau mendengar — bukan cuma bicara, hadir saat kamu butuh — bukan cuma saat dia butuh, serta nggak bikin kamu merasa “kalah porsi” dalam hubungan. 

Karena pertemanan yang sehat itu bukan soal siapa paling banyak cerita, tapi siapa yang benar-benar saling peduli. Kalau kamu mulai merasa kamu cuma “ada” saat orang lain butuh sesuatu, itu tanda yang nggak boleh diabaikan.

Baca juga: 5 Tanaman Hias Penghilang Stres Setelah Kerja, Bikin Rumah Auto Lebih Adem!

Pertemanan yang baik itu dua arah. Bukan panggung satu orang, sementara kamu cuma jadi penonton tetap. Dan ingat:

Kamu nggak wajib bertahan di hubungan yang bikin kamu terus kelelahan secara emosional!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dia Cuma Muncul Saat Butuh Kamu? Waspada, Ini Tanda Kamu Lagi “Dimanfaatkan” Temanmu!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!