Potret para driver ojol yang berkesempatan berangkat ke Tanah Suci. (Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Menjadi driver ojol tugasnya bukan cuma antar penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Bagi sebagian orang, profesi ini menjadi jalan untuk meraih mimpi yang mungkin sebelumnya tak pernah dibayangkan.
Hal itu dirasakan oleh Fatmasari atau yang akrab disapa Mpok Fika, salah satu driver ojol yang punya nasib baik di tahun ini. Mpok Fika berkesempatan berangkat umrah dari hasil kerja kerasnya.
Ia dinilai bisa mempertahankan performanya dengan cara sederhana, seperti selalu ramah kepada penumpang, menjaga kebersihan kendaraan, tepat waktu saat menjemput, hingga menerima order secara konsisten. Tak disangka, kebiasaan-kebiasaan kecil ini ternyata bisa membawa berkah untuknya.
Baca juga: Aksi Mengharukan Bapak Driver Ojol Terima THR dari Customer, Tangan Bergetar Jadi Sorotan
Wanita yang juga dikenal sebagai relawan juru bahasa isyarat, sekaligus anggota Komunitas Mitra Tuli Grab ini tak henti-hentinya bersyukur, saat terpilih dan berkesempatan berkunjung ke Tanah Suci. Ia pun mengungkap rasa harunya di hadapan awak media.
"Saya sangat senang dan bersyukur atas semua ini. Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bisa berangkat ke Tanah Suci dan menjalankan ibadah umrah," ujar Mpok Fika di Jakarta, baru-baru ini.
Di sisi lain, Mpok Fika merasa momen ini menjadi penyemangat baru baginya untuk lebih giat bekerja. Tak hanya itu, pengalaman ini juga menjadi pengingat dirinya agar lebih rajin beribadah.
"Bagi saya, ini menjadi motivasi untuk semakin semangat narik dan menerima order, sekaligus menjadi pengingat untuk terus beribadah lebih baik lagi," imbuhnya.
Selain Mpok Fika, ternyata masih ada driver ojol lain yang mendapatkan kesempatan sama. Mereka adalah Jonathan, pemimpin komunitas di wilayah pinggiran Manado yang turut menjangkau daerah sulit, lalu Yusuf, pendiri komunitas relawan yang membantu keluarga prasejahtera, lansia, dan pedagang kecil.
Baca juga: Ibu di Sumatera Utara Ini Berbagi Sembako ke Driver Ojol yang Baru Dapat Satu Orderan dari Pagi
Selanjutnya, Syamsudin, yang sejak 2017 terus berjuang menafkahi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik. Juga Yunus, driver taksi online yang berhasil meningkatkan ekonomi keluarganya dan 100 orang lainnya yang mendapatkan keberuntungan sama.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menanggapi bahwa kerja keras yang mereka lakukan selama ini patut dihargai. Bertahun-tahun mereka tak pernah bosan untuk menjalani rutinitas yang sama mulai dari mengantarkan penumpang, makanan, atau barang.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah dedikasi dan kerja keras kalian patut dihargai. Kami akan terus menemani perjalanan kalian. Nariknya berkah, perginya ke Makkah," tutup Neneng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan