Al Quran. (Ilustrasi/Pexels/Tayeb Mezahdia)
INDOZONE.ID - Surat Yusuf adalah salah satu surat Makiyyah (diturunkan di kota Mekah) yang berada pada urutan ke-12 di dalam Al-Qur'an dan terdiri dari 111 ayat. Surat ini sangat istimewa karena menceritakan kisah perjalanan hidup Nabi Yusuf secara runut, mulai dari mimpinya di masa kecil hingga akhirnya ia mendapatkan kedudukan tinggi di Mesir.
Salah satu penggalan kisah yang paling menonjol dan penuh hikmah terdapat pada Surat Yusuf Ayat 28. Ayat ini menceritakan momen pembuktian kesucian Nabi Yusuf dari tuduhan keji istri Al-Aziz (Zulaikha). Bagi Anda yang sedang mencari referensi lengkap mengenai surat ini, INDOZONE telah merangkum bacaan Arab, Latin, terjemahan, serta penjelasan tafsirnya secara mendalam.
Baca juga: Surat Al-Baqarah Ayat 183 beserta Makna, Latin, dan Artinya
Untuk mempermudah pembacaan dan pemahaman, berikut adalah tabel rincian teks Surat Yusuf ayat 28 lengkap dengan transliterasi Latin dan artinya:
| Keterangan | Teks |
| فَلَمَّا رَاٰ قَمِيْصَهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ اِنَّهٗ مِنْ كَيْدِكُنَّۗ اِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيْمٌ ٢٨ | |
| Latin | fa lammâ ra'â qamîshahû qudda min duburing qâla innahû ming kaidikunn, inna kaidakunna ‘adhîm |
| Artinya | "Maka, ketika melihat bajunya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia (suami perempuan itu) berkata, “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu (hai kaum wanita). Tipu dayamu benar-benar hebat.”" |
(Sumber teks Al-Qur'an dan terjemahan merujuk pada referensi tafsir kementerian terkait)
Ayat ke-28 ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan puncak dari peristiwa saling tuduh antara istri menteri (Al-Aziz) dan Nabi Yusuf. Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif, mari kita bedah ragam tafsir dari para mufassir:
Berdasarkan Tafsir Tahlili, setelah terjadi peristiwa tersebut, menteri beserta keluarga istrinya melakukan penyelidikan dan pertukaran pikiran. Mereka kemudian memeriksa baju Nabi Yusuf yang sobek. Ternyata, yang robek adalah bagian belakang baju tersebut. Fakta fisik ini menjadi bukti yang tidak dapat dibantah bahwa Nabi Yusuf berada di pihak yang benar dan tuduhan perempuan itu adalah palsu.
Sang menteri kemudian menegur istrinya dengan mengatakan bahwa bujuk rayunya sangat berbahaya, sekaligus bersyukur bahwa Nabi Yusuf adalah pemuda dengan iman yang kuat sehingga tidak terpengaruh oleh godaan tersebut. Hal ini membuktikan pepatah bahwa "Sepandai-pandainya membungkus yang busuk, akhirnya akan berbau juga".
Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin dalam ringkasan Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan kronologi kejadiannya dengan sangat rinci. Saat Nabi Yusuf melarikan diri menuju pintu, wanita tersebut mengejarnya dan menarik baju gamisnya dari belakang hingga robek lebar. Ketika mereka bertemu sang suami di pintu, wanita itu segera melancarkan tipu daya dengan menuduh Yusuf bermaksud buruk dan menuntut agar ia dipenjara atau disiksa pedih.
Nabi Yusuf membela diri dengan jujur bahwa wanita itulah yang menggodanya. Kemudian, seorang saksi dari keluarga wanita tersebut memberikan solusi: jika baju koyak di depan, wanita itu benar; namun jika baju koyak di belakang, maka Yusuf yang benar. Ketika suami wanita itu (Al-Aziz) melihat baju koyak di belakang, nyatalah kedustaan sang istri, dan ia pun menyebut bahwa pencemaran nama baik ini adalah tipu daya wanita yang besar. Sang suami juga meminta Yusuf untuk melupakan peristiwa ini dan menyuruh istrinya untuk memohon ampun atas dosanya.
Tafsir As-Sa'di menekankan bahwa dengan melihat koyaknya baju di bagian belakang, sang suami langsung mengetahui kesucian Yusuf dan kedustaan istrinya. Sang suami menyadari betapa berbahayanya rekayasa sang istri untuk membebaskan diri dari kesalahan dan malah menuduh utusan Allah.
Sementara itu, dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan catatan penting bahwa dalam kisah ini tidak disebutkan adanya pertaubatan dari Yusuf. Hal ini menjadi bukti kuat yang menunjukkan bahwa Nabi Yusuf memang sama sekali tidak berdosa dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Surat At-Tin Ayat 1-8 beserta Bacaan Latin, Arti, dan Keutamaannya
Selain mencari tafsir dari ayat ke-28, banyak pembaca yang sering menanyakan beberapa hal terkait Surat Yusuf, khususnya menyangkut tipu daya, jodoh, dan aura wajah. Berikut adalah penjelasannya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Quran, Berbagai Sumber