Ilustrasi seseorang menulis surat (Unsplash/@craftedbygc)
INDOZONE.ID - Jika sebelumnya kita telah membahas tentang kalimat langsung yang mengutip persis ucapan seseorang, kali ini kita akan membahas kebalikannya. Dalam dunia literasi dan jurnalistik, tidak semua ujaran narasumber harus ditulis ulang kata per kata. Ada kalanya, ucapan tersebut perlu diubah menjadi kalimat tidak langsung agar teks terasa lebih naratif, ringkas, dan mengalir.
Artikel ini akan membedah tuntas apa yang dimaksud dengan kalimat tidak langsung, bagaimana ciri-cirinya, serta menyajikan berbagai contoh agar kamu bisa membedakannya dengan mudah.
Baca juga: Kumpulan Contoh Kalimat Langsung: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Penulisannya
Apa Itu Kalimat Tidak Langsung?
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan, melaporkan, atau menyampaikan kembali ucapan atau gagasan orang lain dalam bentuk kalimat berita (deklaratif) tanpa mengutip ucapan tersebut secara utuh kata per kata.
Karena berfungsi untuk melaporkan kembali, kalimat ini telah mengalami modifikasi oleh penutur baru, sehingga sudut pandang dan susunan gramatikalnya pun berubah.
Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung
Agar tidak tertukar, perhatikan karakteristik utama dari kalimat tidak langsung berikut ini:
- Tanpa Tanda Petik
Kalimat tidak langsung sama sekali tidak menggunakan tanda baca petik dua ("...").
- Berbentuk Kalimat Berita
Apapun bentuk kalimat aslinya (tanya, perintah, atau seruan), ketika diubah menjadi kalimat tidak langsung, ia akan selalu berwujud kalimat berita yang diakhiri tanda titik (.).
- Intonasi Mendatar
Saat dibacakan, intonasi pada akhir kalimat cenderung menurun atau datar, layaknya membaca berita pada umumnya.
- Menggunakan Konjungsi
Biasanya memakai kata hubung (konjungsi) untuk menyambungkan subjek/pengiring dengan laporannya, seperti: bahwa, agar, supaya, sebab, tentang, untuk.
- Perubahan Kata Ganti Orang
Ini adalah ciri paling vital. Subjek atau kata ganti pada ucapan asli mengalami perubahan mengikuti sudut pandang si pencerita ulang.
Baca juga: Contoh Kalimat Saran: Pengertian, Ciri-ciri, hingga Cara Menyampaikannya
Tabel Perubahan Kata Ganti Orang
Untuk memudahkanmu mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, perhatikan rumus perubahan kata ganti pada tabel berikut:
| Jenis Kata Ganti Asli (Diucapkan) |
Berubah Menjadi (Diceritakan Kembali) |
Contoh Perubahan |
| Orang Pertama (Aku, Saya) |
Orang Ketiga (Dia, Ia, Nama Orang) |
Asli: "Aku lelah."
Menjadi: Dia mengatakan bahwa ia lelah. |
| Orang Kedua (Kamu, Engkau, Anda) |
Orang Pertama (Saya, Aku) |
Asli: "Kamu harus makan."
Menjadi: Ibu menyuruhku agar aku makan.
|
| Orang Pertama Jamak (Kami, Kita) |
Orang Ketiga Jamak (Mereka) |
Asli: "Kami akan pergi."
Menjadi: Mereka berkata bahwa mereka akan pergi.
|
| Orang Kedua Jamak (Kalian) |
Orang Pertama Jamak (Kami, Kita) |
Asli: "Kalian hebat."
Menjadi: Guru memuji bahwa kami hebat.
|
Baca juga: 50 Contoh Kalimat Fakta Lengkap dengan Pengertian dan Ciri-Cirinya
Contoh Kalimat Tidak Langsung
Berikut adalah kumpulan contoh kalimat tidak langsung untuk memperdalam pemahamanmu:
- Polisi menerangkan bahwa jalan tol akan dialihkan sementara karena ada perbaikan jembatan.
- Ayah menyuruhku untuk segera mencuci sepeda motor yang kotor akibat hujan semalam.
- Kepala sekolah menegaskan bahwa seluruh siswa diwajibkan mengikuti upacara bendera pada hari Senin.
- Rina bercerita kepadaku bahwa ia baru saja memenangkan lomba pidato bahasa Inggris tingkat provinsi.
- Dokter menyarankan kepada kakek agar mengurangi konsumsi gula dan rutin melakukan jalan pagi.
- Penjaga toko itu memberitahu kami bahwa barang yang kami cari sudah habis terjual sejak kemarin.
- Ibu bertanya kepada adik tentang di mana ia meletakkan remote televisi.
- Kakak menasihatiku agar aku tidak terlalu sering tidur larut malam menjelang ujian.
- Tika mengeluh bahwa perutnya terasa sangat sakit setelah memakan makanan pedas itu.
- Pak RT mengumumkan lewat pengeras suara supaya warga berkumpul di balai desa untuk kerja bakti besok pagi.
- Reporter di lapangan melaporkan bahwa kondisi lalu lintas di jalur mudik mulai terlihat padat merayap.
- Saksi mata kejadian itu menjelaskan bahwa mobil melaju sangat kencang sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan.
- Rendi berjanji kepadaku bahwa ia akan mengembalikan buku catatanku besok siang di sekolah.
- Ibunda berpesan kepadanya untuk selalu menjaga ibadah dan bersikap ramah di tanah perantauan.
- Nelayan itu mengeluhkan bahwa tangkapan ikan minggu ini menurun drastis akibat cuaca buruk.
- Manajer operasional menjelaskan bahwa target penjualan perusahaan bulan ini telah terlampaui.
- Pelatih sepak bola memerintahkan para pemainnya untuk melakukan pemanasan secara maksimal sebelum pertandingan dimulai.
- Anita bertanya kepadaku apakah besok pagi aku akan ikut hadir dalam acara bakti sosial tersebut.
- Pak dosen mengingatkan para mahasiswa bahwa tenggat waktu pengumpulan tugas akhir adalah hari Jumat.
- Nenek bercerita bahwa pada zaman dahulu wilayah pedesaan ini hanyalah sebuah hutan jati yang sangat lebat.
- Pemandu wisata itu memperingatkan para pengunjung agar tidak berenang melewati batas bendera merah di pantai tersebut.
- Adik merengek kepada ibu supaya dibelikan buku gambar baru yang dilihatnya di toko buku kemarin.
- Hakim memutuskan bahwa terdakwa terbukti bersalah atas tindak pelanggaran yang dituduhkan kepadanya.
- Tetangga sebelah mengatakan bahwa ia mendengar suara dentuman yang cukup keras dari arah jalan raya pada dini hari.
- Siska berbisik kepadaku bahwa ia lupa membawa buku catatan matematikanya hari ini.
- Ketua panitia memohon kepada seluruh anggota relawan agar tetap menjaga kebersihan area panggung selama acara berlangsung.
- Petugas stasiun mengumumkan bahwa kereta api antarkota akan mengalami keterlambatan kedatangan sekitar dua puluh menit.
- Kakek menanyakan kepada paman kapan bibi akan pulang dari tugas luar kotanya.
- Ibu guru menginstruksikan kami agar membaca bab pertama dari buku sejarah sebelum kelas dimulai minggu depan.
- Kepala desa mengimbau warga supaya lebih hemat dalam penggunaan air bersih selama musim kemarau panjang ini berlangsung.
Dengan memahami perbedaan mendasar serta rajin memperhatikan struktur kalimatnya, kamu akan semakin mahir dalam menulis teks narasi maupun jurnalistik yang variatif.