Ilustrasi berdoa dalam Islam (freeimages.com)
Rajab adalah bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriah dan penanggalan Jawa. Pada bulan ini, biasanya umat Islam di seluruh dunia merayakan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Isra' Mi'raj yaitu peristiwa saat Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsha (Palestina).
Dari Masjidil Aqsha, Rasulullah kemudian menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap kepada Allah SWT.
Ketika bulan Rajab tiba, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan, termasuk menjalankan puasa Rajab.
Puasa Rajab adalah puasa sunnah yang dilakukan selama bulan Rajab. Jumlah hari puasa ini tidak ditentukan.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan dan membolehkan umat Islam untuk memperbanyak puasa di bulan Rajab.
Itu karena bulan Rajab disebut salah satu bulan mulia selain bulan Ramadhan.
Tahun ini, bulan Rajab dimulai dari tanggal 25 Februari dan berakhir pada 25 Maret 2020.
Dalam Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya di hari saat Allah Ta'ala menciptakan langit dan bumi, satu tahun ada dua belas bulan. Di situ terdapat empat bulan yang diharamkan atau disucikan Allah. Tiga bulan tersebut adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab adalah bulan yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya'ban."
Seperti halnya puasa sunnah lain, puasa Rajab diawali dengan niat (diucapkan langsung ataupun dalam hati) pada malam hari sebelum berpuasa.
Adapun niat puasa Rajab, berikut ini:
"Nawaitu shouma ghodin fii syahri Rajaba sunnatan lillahi ta'aala"
[Artinya: Saya berniat puasa Rajab sunnah pada esok hari karena Allah ta'ala.]
Apabila saat malam kamu terlupa membaca niat puasa Rajab, maka dapat membaca niat di bawah ini, pada pagi hari sebelum waktu Dzuhur tiba:
"Nawaitu shouma hadzal yaumi'an ada'i sunnati Rajaba lillahi ta'alaa."
[Artinya: Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah ta'alaa.]
Ada beberapa keutamaan menjalankan puasa Rajab, antara lain:
Menurut Hadits Riwayat Imam al-Baihaqi dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sungai yang disebut Rajab. (Sungai Rajab) Lebih putih dari susu, lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah kelak memberinya minum dari sungai tersebut."
Keutamaan puasa sunnah Rajab juga dijelaskan dalam Hadits Riwayat At-Thabrani, Rasulullah bersabda:
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan apabila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya."
Begitu juga diterangkan Hadits Riwayat Hurairah tentang keutamaan puasa Rajab, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya seperti orang yang puasa selama 60 bulan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: